Gigabyte Server Perkuat Market Di Indonesia

Indonesia sebagai salah satu market besar untuk pertumbuhan bisnis di dunia, menjadi prioritas dari Gigabyte untuk membuka pasarnya. Acara Gigabyte Server Indonesia Grand Launching yang berlansung pada hari kamis, 19 Januari 2018, menandai ekspansi Gigabyte untuk memberikan layanan seperti lini bisnis server dan Internet of Thing (IoT) berstandar Global.

Gigabyte merupakan pabrikan Teknologi Informasi terkemuka di Dunia asal Taiwan yang sudah menjadi salah satu merek manufaktur Teknologi Informasi terpercaya dunia dengan infrastruktur berstandar global sejak 1986. Tumbuhnya permintaan terhadap kebutuhan cloud hosting meningkat sebesar 20% seperti yang disampaikan oleh CMO IDCloudHost, M Mufid Luthfi.

Saat ini, Gigabyte memiliki kapasitas produksi Motherboard sebanyak 1,6 juta unit per bulan, Graphic Card 570 ribu unit per bulan, Produk Sistem 200 ribu unit per bulan dan Server Solution 55 ribu unit per bulan, membuat Gigabyte percaya diri untuk masuk ke pasar Indonesia setelah mengembangkan produk mereka ke pasar Amerika dan Eropa untuk pasar server dan IoT global dengan merek sendiri mulai tahun 2012. Dengan kemampuan produksi sebanyak itu Gigabyte mampu menghadirkan solusi teknologi informasi terbaik ke pasar dunia.

Untuk pasar server, saat ini Gigabyte mengusung beberapa nilai lebih yang dihadirkan dengan standar global diantaranya Fleksibel memberikan kemudahan dan efisiensi, Efisien dengan High Density Server serta High Density General Purpose Graphic Processing Unit (GPGPU) server.  Untuk pasar Indonesia, Gigabyte menunjuk PT Sinergi Bangun Mandiri sebagai distributor tunggal untuk lini produk Server dan IoT.

Tidak hanya itu, juga ada IDCloudHost sebagai salah satu perusahaan dengan client yang cukup besar yang merupakan salah satu vendor besar di Indonesia yang pada layanan Dedicated Server sudah menggunakan infrastruktur server dari Gigabyte.

Gigabyte tidak hanya menghadirkan server – server berplatform Intel, namun juga hadir dengan lini platform prosesor lainnya seperti AMD yang saat ini dengan prosesor Epyc dan ARM yang bisa menjadi jawaban untuk kebutuhan solusi server yang lebih efisien. Seiring dengan tumbuh pesatnya pengguna telepon pintar selular dimana mayoritas menggunakan prosesor berbasis ARM, pemilihan penggunaan server berbasis ARM akan menjadi salah satu alternatif server yang cocok di era mobile dengan jumlah core tinggi hingga 96 core dalam satu server dengan biaya investasi yang sangat efisien.

“Gigabyte mempunyai banyak sekali dukungan terhadap vendor dengan performa, efisiensi, kompatibelitas, hingga service yang memuaskan menjadikan Gigabyte menjadi salah satu Infrastruktur server yang patut diperhitungkan di Indonesia” ujar Mufid dalam presentasinya.

Related posts

Leave a Comment