30% Tenaga Kerja di Indonesia Akan Mencari Pekerjaan Baru Dalam Waktu Dekat

Pergantian tahun dijadikan momentum tepat untuk membuat resolusi yang ingin dicapai di tahun berikutnya. Salah satunya terkait karir dan dunia kerja. Tidak sedikit karyawan yang menargetkan untuk berpindah tempat kerja di awal tahun.  

Studi bertajuk “Global Leadership Study” (2016) yang digagas Dale Carnegie memperlihatkan bahwa lebih dari 30% tenaga kerja di Indonesia akan mencari pekerjaan baru dalam waktu dekat – akumulasi dari angka 20% persen karyawan yang berencana berpindah tempat kerja tahun baru, dan 13% bahkan mengaku saat ini sedang dalam pencarian pekerjaan baru. Sementara, hanya 28% karyawan di Indonesia yang berniat bertahan dalam jangka waktu cukup panjang di perusahaannya.

Cara kepemimpinan atasan langsung (immediate supervisor) ternyata berperan signifikan terhadap kepuasan kerja dan keinginan karyawan untuk bertahan di sebuah perusahaan.

“Kepuasan dalam bekerja (job satisfaction) dan keinginan untuk bertahan di suatu perusahaan (intention to stay) dipengaruhi oleh perilaku atasan di tempat karyawan tersebut bekerja. Data dari ‘Global Leadership Study’ menunjukkan bahwa 85% karyawan menganggap apresiasi dan pujian dari atasan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sangatlah penting, namun pada praktiknya hanya 36% atasan yang melakukannya. Belum sesuainya cara kepemimpinan atasan di Indonesia seperti inilah yang menjadi salah satu faktor karyawan berniat mencari pekerjaan baru. Dale Carnegie sebagai thought leader menginisiasi studi ini untuk mengetahui pengaruh cara kepemimpinan terhadap motivasi dan retensi kerja karyawan,” tutur Joshua Siregar selaku Director, National Marketing Dale Carnegie Indonesia.

Digelar di 14 negara termasuk Indonesia, studi ini melibatkan sekitar 3.300 pekerja dengan rentang usia 22–61 tahun, mulai dari level karyawan hingga direktur. Di Indonesia, studi menyertakan 205 pekerja dari perusahaan kecil hingga menengah, dengan tujuan mengetahui cara kepemimpinan yang efektif di tanah air.

Studi menyebut bahwa hanya 17% karyawan yang mengaku puas dengan pekerjaan mereka – dan riset memperlihatkan bahwa kepuasan tersebut kuat dipengaruhi perilaku atasan. Selanjutnya, Dale Carnegie menjelaskan bagaimana kepemimpinan yang efektif berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan.

Untuk mewujudkan itu, Dale Carnegie menyimpulkan adanya beberapa perilaku atasan yang mempengaruhi kepuasan karyawan, yaitu:

1) kesediaan memberi apresiasi dan pujian yang tulus kepada karyawan,

2) kemauan melihat dari sudut pandang orang lain,

3) menjadi pendengar yang baik,

4) kesediaan mengakui kesalahan, dan

5) mau menghargai kontribusi karyawan.

Terbukti, atasan yang menunjukkan perilaku tersebut mampu meningkatkan kepuasan karyawan hingga lebih dari dua kali lipat, 36%. Atasan yang ‘berani mengakui kesalahan’ menjadi faktor yang semakin penting mempengaruhi kepuasan karyawan. Terlihat dari hasil studi bahwa 78% karyawan mengharapkan kondisi tersebut. Sayangnya hanya 37% immediate supervisor yang melakukannya dengan konsisten. Artinya terjadi gap 41% antara ekspektasi dan kenyataan – atau selisih terbesar kedua setelah faktor ‘memberikan penghargaan tulus’ yang sebesar 48%.

Related posts

Leave a Comment