Go-jek Indonesia Raih EY Indonesia Entrepreneur Of The YearTM 2017

Sebagai program penghargaan bisnis terkemuka, EY Entrepreneur Of The Year (EOY) telah  berkembang dan diselenggarakan di lebih dari 60 negara di seluruh dunia. Acara ini menjadi standar utama individu kelas dunia yang menyoroti wirausaha yang menggerakkan bisnis yang sukses dan inovatif, serta merayakan performa teladan mereka. Diluncurkan pertama kali di Indonesia pada 2001, program ini telah memberikan apresiasi pada lebih dari 200 wirausaha Indonesia atas pencapaian dan kontribusi mereka terhadap dunia usaha dan masyarakat.

Nadiem A. Makarim dari PT Go-Jek Indonesia muncul sebagai pemenang EY Indonesia Entrepreneur Of The Year 2017 dalam Malam Penganugerahan pada 15 November 2017 di The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta. Ia menjadi pemenang dari lima wirausaha Indonesia top lainnya yang berpartisipasi dalam program tahun ini.

Dalam menghadirkan penghargaan utama, bersama dengan tamu kehormatan Wakil Menteri Keuangan Prof. Dr. Mardiasmo dan didampingi ketua panel juri, Profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Sidharta Utama, SE, MBA, PhD, EY Indonesia Country Managing Partner Hari Purwantono menjelaskan, “Penghargaan EY Entrepreneur Of  The  Year  2017 diberikan kepada Nadiem A. Makarim, setelah melalui pertimbangan yang kompetitif dan sulit,  pada akhirnya muncul mengungguli finalis lain yang tak kalah luar biasanya dari enam kriteria penilaian.”

Finalis tahun ini mewakili pemimpin terbaik dari dua dunia – perusahaan yang digerakkan dengan kekuatan dan perusahaan disruptor industri. Ini adalah cerminan dari kenyataan dewasa ini dalam dunia bisnis dimana ketangkasan, pemikiran kritis dan pemaduan batasan-batasan telah menjadi norma umum.

Sebagai start-up unicorn pertama di Indonesia, Go-Jek lahir dari mimpi Nadiem untuk menciptakan solusi bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Diluncurkan pada tahun 2015, kemampuan dalam mengubah perilaku penggunanya merupakan salah satu alasan utama yang membuat Go-Jek tumbuh secara pesat.

Dengan antusiasme, kebulatan tekad serta integritas Nadiem, Go-jek tidak hanya mampu menciptakan permintaan baru, namun juga aplikasi multi-layanannya memungkinkan perusahaannya untuk berkembang dengan cepat dan mengatasi isu berbagai industri secara bersamaan. Dianggap sebagai salah satu disruptor (pengubah) pada ruang inovasi digital, Go-Jek kini telah menjadi pemimpin platform layanan on-demand di Indonesia.

Disamping itu, gelar Social Entrepreneur Of The Year 2017 dinobatkan kepada M. Alfatih Timur dari PT Kitabisa. Alfatih mengembangkan Kitabisa.com untuk menjadi jembatan dalam memecahkan masalah sosial dengan menggunakan kolaborasi publik melalui platform crowdfunding (urun daya). Memfasilitasi sumbangan sekitar US$500.000 setiap bulannya, volume sumbangan kotor Kitabisa telah meningkat sekitar 700 selama 2 tahun terakhir.

Pemenang kategori lainnya adalah Zulfikar Alimuddin dari Yayasan Cinta Harapan Indonesia untuk Outstanding Care & Compassion Award, Achmad Zaky dari PT Bukalapak untuk Technology & Digital Entrepreneur Award, Hermanto Tanoko dari Avia Avian untuk Industry Entrepreneur Award, dan Shana Fatina dari PT Tinamitra Mandiri untuk Community Development Award.

Bergabung dengan wirausaha terkemuka lain dari 60 negara di seluruh dunia, Nadiem sebagai Country Winner EOY 2017 akan mewakili Indonesia di EY World Entrepreneur Of The Year 2018 di Monaco   pada Juni 2018.

Related posts

Leave a Comment