Tip Berbisnis Kuliner ala Ryan Angkawijaya di Snazzy Boom

Bisnis yang menyoal urusan perut orang banyak alias bisnis kuliner adalah jenis usaha yang digandrungi. Tak sedikit pelaku usaha yang melarungkan peruntungan melalui bisnis ini. Namun demikian, membangun usaha jenis ini tak semudah kelihatannya. Tetap perlu dilakukan langkah-langkah tepat agar bisnis tetap langgeng berjalan serta menghasilakan pertumbuhan profit seperti yang diharapkan.

Mari belajar dari kisah sukses Ryan Angkawijaya. Ialah sosok di balik legitnya bisnis arum manis Snazzy Boom. Melalui Entrepreneurhub, Ryan berbaik hati berbagi tip sukses berbisnis kuliner untuk E-Hub Squad, nih!

“Tip berbisnis makanan sebenarnya sama dengan bisnis lainnya. Namun ada dua kendala utamanya, yaitu produk dan operasionalnya. Apalagi jika makanan yang dijual cenderung mudah kedalurwarsa. Ada 4 prinsip yang harus dipegang: branding, marketing, conversion, dan operasional,” papar Ryan.

Branding

Setiap bisnis tentu harus melakukan branding. Dalam melakukannya, ada 2 sisi yang harus diperhatikan, yaitu tangible (nyata) dan intangible (tak terlihat). Sisi tangible ini artinya Anda harus mengetahui apa kelebihan dari produk yang Anda jual, rasanya, sampai kemasannya pun harus dipikirkan. Desain kemasan (packaging design) memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan dari produk yang Anda jual. Berhubungan dengan itu, Anda perlu matang dalam menentukan  target pasar (market) yang akan dibidik. Mengapa? Karena nantinya, desain kemasan akan disesuaikan dengan target pasar dari produk yang Anda jual. Misalnya saja, jika Anda membidik wanita sebagai target pasar dari produk, maka cobalah cari warna yang “mewakili” perempuan.

Lain halnya dengan sisi intangible. Sisi ini lebih dikenal dengan sisi emosional. Singkatnya, nilai/value apa yang ingin Anda beri pada pasar selain dari produknya itu sendiri. Atau nilai apa saja yang lebih dalam untuk menggaet dan mengikat konsumen. Mencakup juga sisi perasaan dan emosi apa yang dirasakan oleh mereka. “Saya percaya, brand yang sukses adalah yang bisa mengikat pelanggan secara emosional,” ujar Ryan.

Marketing

Bicara mengenai pemasaran atau marketing, maka kematangan pengetahuan Anda mengenai target pasar adalah sebuah keharusan. Hal itu ditelusuri sampai ke kebiasaan tempat mereka berkumpul atau media apa yang paling pas untuk menyasar target market.

“Saya dan tim tahu, target market produk Snazzy Boom adalah wanita usia 18˗34 tahun, kelas A-B atau menengah atas. Setelah itu, kami meriset lebih jauh, hampir dari keseluruhan mereka memiliki smartphone dan menggunakan sosial media. Lebih dalam lagi, ternyata sosial media yang mereka gunakan adalah Instagram. So, media pemasaran yang paling ampuh untuk Snazzy Boom adalah Instagram dan Instagram Advertising”. Jangan lupa untuk mengukur budget yang dikeluarkan untuk mengakusisi mereka menjadi pelanggan. Karena percuma Anda membuang-buang marketing budget tanpa mengetahui mereka perform atau tidak,” tambah Ryan.

Conversion

Menurut Ryan dan pengalamannya Snazzy Boom, conversion memegang peranan penting di dalam bisnis kuliner. Dalam hal ini, admin atau sales person adalah kuncinya. Penting bagi mereka mengetahui strategi konversi para peminat menjadi pelanggan (customer). Teknik yang paling mudah untuk dipelajari adalah teknik closing dari NLP (Neuro Linguistic Programming).

Contohnya, jangan pernah bertanya dengan kata akhir “enggak” atau “tidak”.  Sebaiknya, berikanlah sebuah pertanyaan pilihan. Sebagai contoh, jika ada orang yang ingin order produk Anda dan sudah banyak bertanya via Whatsapp lalu tiba-tiba ia menghilang, cobalah admin untuk follow up kembali orang tersebut. Kebanyakan, seorang admin atau sales person bertanya “Halo Kak, jadi beli atau enggak?” Kata “enggak” itu, pada akhirnya akan menstimulus orang untuk menjawab tidak. Coba Anda ubah pertanyaan dengan memberikan pilihan, “Halo Kak, jadinya beli 10 pcs atau 5 pcs dulu nih? Kebetulan yang 10 pcs sedang ada promo.” Jadi, Anda bisa padukan dengan strategi convension.

Operasional

Jika ketiga teknik di atas sudah dijalankan, maka selanjutnya adalah operasional. Anda harus breakdown bahan-bahan sekecil apapun untuk membentuk produk yang Anda jual. Misalnya Anda menjual ayam goreng, perlu dipikirkan berapa harga ayamnya, minyaknya, bumbu-bumbunya, dan lain-lainya. Setelah itu, baru dibuat harga jualnya berdasarkan daya beli dari target pasar Anda. Tujuannya agar bisnis Anda sehat. Jika bisnis makanan Anda dalam bentuk online yaitu diantar melalui kurir ekspres, penting bagi Anda untuk bereksperimen dalam hal ketahanan produknya,

“Pengalaman saya dengan Snazzy Boom, kadang-kadang kemasannya rusak. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjalin kerja sama dengan jasa ekspedisi pengiriman barang. Agar sewaktu-waktu paket yang Anda kirim rusak maka akan ada bentuk pertanggungjawaban dari jasa ekspedisi tersebut,” papar Ryan.

E-Hub Squad, menarik ya tip Ryan dalam bisnis kuliner yang sudah diaplikasikan di bisnis Snazzy Boom miliknya. Semoga dapat diterapkan di bisnis kuliner yang sedang Anda jalankan, ya!

Related posts