Harapan Millennials Terhadap Perusahaan

Tak bisa dipungkiri, generasi millennials segera menjadi angkatan kerja terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2016), dari total jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 160.369.800 juta, hampir 40% di antaranya tergolong Generasi Millennials – sebesar 62.570.920. Terbanyak kedua setelah Generasi X yang mencapai 69.003.270 – terbesar tetapi kian menurun, dan jauh di atas Generasi Baby Boomers terhitung 28.795.610 –  yang karena usia, jumlahnya semakin berkurang. 

Generasi millennialss dikenal dengan ungkapan “kutu loncat”, mereka senang berpindah-pindah pekerjaan dan sulit untuk setia kepada satu perusahaan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk perusahaan untuk menciptakan dan memberikan kenyamanan bagi para generasi millennialss.

Baca juga: Hanya 25 persen Millennialss yang Setia Kepada Perusahaan

Dale Carnegie Indonesia melalui surveynya terhadap lebih dari 1.200 karyawan (sekitar 600+ millennials dan 600+ non millennials) di Indonesia mendapati hasil bahwa tenaga kerja milennials memiliki harapan khusus untuk tempat kerja mereka – yang teratas antara lain: mendapatkan perasaan terjamin dari perusahaan, perusahaan mengapresiasi karyawan, perusahaan menawarkan gaji yang kompetitif, mendapatkan keseimbangan waktu bekerja dan kehidupan pribadi, supervisor berkomunikasi secara terbuka dan jujur.

Selain harapan yang dimiliki, generasi millennials ternyata melihat dari kultur perusahaan dimana mereke bekerja. Kultur memberi dampak besar pada employee engagement dan kinerja karyawan. Kajian tersebut memperlihatkan bahwa kultur sehat untuk mencapai keterlibatan dan peningkatan performa karyawan – atau disebut Culture Champion – antara lain berfokus pada area: penyediaan pelatihan karyawan, pembentukan kepercayaan kepada eksekutif puncak, penguatan hubungan antara karyawan dan manajer, penyusunan proses dan prosedur yang mendukung.

Dengan masuknya millennialss sebagai angkatan kerja, perusahaan harus mau dan mampu membangun budaya baru untuk membuatgenerasi millennials merasa terlibat, atau feel at home.

Related posts

Leave a Comment