Hanya 25 persen Millennials yang Setia Kepada Perusahaan

Generasi millennials saat ini menjadi sorotan kerena di tahun 2020 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yang akan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia sendiri. Data BPS 2016 menyatakan bahwa  Jumlah angkatan kerja milenial di Indonesia telah lebihi 62,5 juta orang dan terus meningkat.  Dengan banyaknya generasi millennials maka sebentar lagi kantor-kantor akan dipenuhi oleh generasi millennials– seiring dengan pensiunnya Generasi Baby Boomers (1945-1964) dan kenaikan jabatan Generasi X (1965-1985) menduduki posisi penanggung jawab.

Kesiapan perusahaan untuk menyambut tenaga milenial sangat krusial untuk menentukan keberlangsungan usaha. Pembentukan budaya baru yang membuat para milenial ‘feel at home’ sehingga mau terlibat (engage) menjadi keharusan. Dale Carnegie Indonesia melalui studi bertajuk “Employee Engagement Among Millennials” (2016) menyebut hanya 25 persen tenaga kerja millennials (kelahiran 1986-2000) yang terlibat sepenuhnya/fully engaged dengan perusahaan tempat mereka bekerja.

Baca juga: Hal yang Paling Diinginkan Millennials dalam Bekerja

Menyertakan lebih dari 1.200 karyawan (sekitar 600+ milenial dan 600+ non milenial) di 6 kota besar – Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Balikpapan dan Medan, Dale Carnegie Indonesia menginisiasi survey ini untuk mengetahui tingkat keterlibatan karyawan/employee engagement di Tanah Air. Employee engagement merupakan komitmen karyawan, baik emosional maupun intelektual, untuk memberikan performa terbaiknya kepada perusahaan.

Hasil dari suevey menunjukkan,9 persen karyawan milenial menolak terlibat/disengaged dengan perusahaan. Lebih besar lagi, yakni 66 persen, tenaga kerja milenial cuma terlibat sebagian/partially-engaged. Survey juga menunjukkan, hanya 1 di antara 4 milenial yang engaged – dan 64 persen diantara terlibat sepenuhnya pasti akan bertahan setidaknya setahun ke depan. Sebaliknya, 60 persen milenial berencana mengundurkan diri apabila merasa disengaged.

Karyawan yang engaged cenderung loyal dan bersedia bertahan dalam jangka waktu yang panjang, berkontribusi pada keuntungan perusahaan, serta bekerja secara produktif dan berkualitas. Sementara, mereka yang partially-engaged lebih berkonsentrasi pada pengerjaan tugas (asal selesai) – bukan mutu hasilnya, enggan menerima masukan, serta berorientasi pada gaji saja – berprinsip do it, get paid, go home. Kategori disengaged lebih berbahaya lagi, karena menyebarkan pengaruh negatif, menampakkan ketidakpercayaan dan permusuhan, sudi menyabotase pekerjaan bahkan kemajuan perusahaan.

Related posts

Leave a Comment