Khairiyyah Sari dan Dunia Fashion Stylist

Profesi fashion stylist dulu masih sangat dipandang sebelah mata, namun seiring berkembangnya dunia fesyen di Indonesia, fashion stylist saat ini mulai menjadi salah satu profesi yang cukup diminati khususnya untuk para generasi millennials.

Khairiyyah Sari kerap disapa Sari,  adalah seorang fashion stylist yang sejak akhir tahun 2015 berkesempatan menjadi konsultan fesyen Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bagian pemasaran dan antar lembaga. Dan selama setahun terakhir ia juga diminta sebagai stylist untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Berada di posisi saat ini tentu bukan hal yang mudah.

Sari memiliki catatan pekerjaan dan pengalaman yang cukup panjang di industri fesyen tanah air. Diawali dari keikutsertaannya menjadi finalis wajah femina tahun 1996 dan pemenang Abang None Jakarta di tahun yang sama. Setelah lulus kuliah psikologi Atma Jaya, Jakarta, Ia sempat bekerja sebagai reporter dan presenter di TPI dan RCTI. Sebelum akhirnya ia menemukan pekerjaan yang dicintainya sebagai stylist dan fashion editor di majalah femina tahun 2004. Untuk menunjang pekerjaannya, Sari kembali bersekolah dan mengambil mata pelajaran khusus fashion styling di Amerika.

“Bagi saya fesyen adalah passion yang bukan dimiliki setahun-dua tahun atau ikut-ikutan tren. Sejak kecil minat saya memang sudah di fesyen. Mata saya sudah ‘sadar’ dengan busana, aksesoris dan sepatu sejak SD. Bahkan waktu saya akhirnya bekerja sebagai fashion editor, teman-teman saat di bangku sekolah bertanya ini yang saya lakukan kerja atau hobi? Hehehe…” ujar Sari.

Setelah resign dari Femina, Sari akhirnya bekerja sebagai style consultant dengan klien beragam. Mulai dari selebritis, desainer, expatriates, hingga karyawan bank, hotel dan BUMN.

Kemajuan industri fesyen di Indonesia sangatlah pesat, hal ini berdampak pula pada profesi fashion stylist saat ini, bisa dikatakan profesi ini cukup menjanjikan dan cukup diminati kaum muda,

“Pekerjaan ini bisa menjanjikan, tergantung jam terbang dan network dengan banyak pihak terkait,” ujar Sari. Namun, harus ada modal awal untuk menekuni profesi ini, modal awal yang harus ada yaitu passion untuk mempercantik atau mendandani orang. “Selain itu kalau minatnya adalah menjadi stylist yang bekerja di majalah, harus ada passion untuk melakukan pemotretan, bekerja sama dengan fotografer, model, makeup artist dan hair stylist” tambah Sari.

Sebagai seorang yang telah lama berkecimpung dalam dunia fashion stylist, Sari memiliki banyak moment yang tak terlupakan saat mendapat pekerjaan di luar kota atau luar negeri. Termasuk saat menjadi wardrobe stylist untuk film dengan lokasi syuting di kota New York dengan situasi saat itu ada badai Sandy. “Kita dituntut harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di lokasi. Kadang faktor luck turut ambil andil dalam situasi seperti ini. Saya, entah kenapa, alhamdulillah selalu mendapatkan keberuntungan dengan bertemu dengan orang-orang di kota/negara setempat yang turut membantu Saya bekerja, sehingga hasil pemotretan yang diinginkan juga tercapai.”

Fashion stylist merupakan  pekerjaan behind the scene. Anda juga tidak diharuskan memiliki background dalam bidang fesyen. Namun sebaiknya Anda harus selalu berada di lingkungan yang bersentuhan langsung dengan fesyen. “Sebenarnya yang seharusnya menonjol adalah hasil karya kita karena ini pekerjaan teamwork dibalik layar. Background kuliah fasyen bisa menjadi nilai tambah, kalau bisa ambil mata pelajaran khusus fashion styling.”

Prinsip Sari dalam bekerja adalah harus tau apa hal-hal positif yang menjadi kekuatan di diri, sekaligus kenali passion kita sedari dini, lalu lakukan yang terbaik untuk menuju hal- tersebut. Harus selalu positif thinking dan bersyukur atas apa yang diberikan dalam hidup kita. “Saya selama ini, selalu percaya dan yakin apabila kita ingin sesuatu– baik dalam pekerjaan maupun kehidupan lain, pasti akan diberikan oleh Allah asal niatnya baik.  Jangan kebanyakan mengeluh, lebih baik kerja dari pada mengeluh”, paparnya.

Nah, E-hub Squad adakah yang tertarik dengan profesi ini? Khairiyyah Sari memiliki tip untuk Anda yang tertarik dengan profesi ini, mari simak.

Memiliki mental dan fisik yang kuat

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan behind the scene, jadi mental Anda harus disesuaikan dengan itu. Tidak boleh manja, Anda harus mau—dengan senang hati untuk menggotong pakaian, sepatu, men-steam baju, memilih ragam aksesoris, hingga berpanas-panas untuk pemotretan outdoor, selain itu mendampingi fotografer dan membantunya.

Disiplin dan teliti

Bekerja keras secara fisik juga mental adalah modal yang wajib dimiliki, selain itu Anda juga dituntut untuk memiliki disiplin dan ketelitian yang cukup tinggi, karena profesi ini Anda memiliki kewajiban untuk menjaga agar semua barang brand pinjaman tidak rusak atau hilang. Karena kalau rusak atau hilang, Anda harus bersiap untuk mengganti senilai harga aslinya.

Teamwork

Bukan kerja sendiri, melainkan sebuah tim. Anda harus baik dan menghargai semua orang antara stylist, fotografer, makeup artist dan hairstylist agar mereka mau kerja sama lagi dengan Anda. Melalui teamwork, akan tercipta suasana menyenangkan selama Anda bekerja.

Networking dan Humble

Sebuah profesi atau bisnis, networking menjadi hal yang wajib dibangun, salah satunya dalam profesi fashion stylist. Sebagai seorang fashion stylist Anda harus banyak membina networking yang baik ke designer, para Public Relations (PR) sebuah brand dan potential clients.

Up to date

Profesi ini menuntut Anda untuk terus memperbarui informasi dan mengikuti perkembangan tren. Belajar terus, cari tau apa tren di fesyen baik dunia internasional maupun lokal itu menjadi kewajiban untuk Anda. Harus sering menonton peragaan busana.

Travel

Traveling merupakan salah satu cara agar ide kreatif muncul. Traveling ke belahan dunia membantu ‘mata’ kita terbiasa melihat keindahan.

Related posts

Leave a Comment