Akikah: Cara Lain Berbisnis Kambing dengan Omzet Berlimpah

bisnis akikah

Setiap tahunnya, angka kelahiran bayi di Indonesia mencapai 4,5 juta, diiringi dengan rerata peningkatan sebesar 1,49%. Jika sebanyak 85% penduduk Indonesia menganut agama Islam, maka 85% dari sekitar 4,5 juta bayi yang baru lahir bisa menjadi potensi bisnis akikah bagi Anda, E-Hub Squad. Belum lagi, jumlah kambing yang dibutuhkan untuk keperluan akikah anak laki-laki adalah 2 ekor. Terbayang bagaimana potensialnya bisnis ini?

 

Pengusaha Akikah yang Menginspirasi

Andi Nata (Raja Aqiqah/Raja Domba)

Andi merupakan salah satu pengusaha yang telah bergerak di bidang jasa akikah selama bertahun-tahun. Dalam kurun waktu tersebut, tiga tahapan bisnis telah dilaluinya. Pertama, dengan modal yang minim, ia berbisnis jual-beli kambing sebagai penjual perantara, mendapat keuntungan dari penjualan. Ia kumpulkan keuntungan yang diperolehnya hingga dapat membeli kambing sendiri dan bisnisnya berkembang ke bidang pengembangbiakan, dirintis sejak 2008.

Dalam melakukan tahapan bisnis kedua ini, ia bekerja sama dengan banyak peternak lokal. Satu kepala keluarga bisa mengurus hingga 10 ekor kambing miliknya. Tahap bisnis ketiga yang dijalani oleh Andi adalah penggemukan kambing untuk memperoleh nilai tambah dari produksi ternak. Ia membeli kambing berusia 5‒6 bulan, lalu digemukkan selama 1‒3 bulan, kemudian dipotong untuk akikah dan katering.

Andi menjalankan bisnis ternak kambing bekerja sama dengan sekitar 40 peternak (masing-masing memelihara 10‒15 kambing) yang tersebar di sejumlah kawasan, seperti Trenggalek, Wonosobo, Sumedang, Tasikmalaya, Garut, dan Blitar. Kambing-kambing tersebut kemudian dipakai untuk memasok usaha katering yang ia dirikan sejak 2010: Raja Aqiqah.

 

Teguh Arif Hidayat (As Shidiq/aqiqahmurah.com)

Bisnis yang digeluti Teguh berawal dari pengalamannya saat kesulitan mencari jasa profesional untuk akikah anak pertamanya. Bermodalkan uang sebesar Rp750 ribu, Teguh memberanikan diri memulai bisnis akikah dengan membeli sejumlah peralatan memasak. Sementara, kambing ia beli saat ada pesanan. Ia mempromosikan bisnisnya secara langsung kepada kerabat, rekan, dan tetangga, juga menyebarkan brosur ke sejumlah tempat strategis.

Uniknya, Teguh memberi kesempatan kepada konsumen tidak mampu yang hendak menggunakan jasa akikahnya untuk melakukan transaksi dengan cara menyicil. Nilai angsuran tentu saja disesuaikan dengan harga kambing yang hendak dibeli ditambah waktu akikah akan diselenggarakan. Bulan pertama menjalankan bisnisnya, Teguh memperoleh 7 ekor kambing untuk pesanan akikah, kemudian berkembang jadi 12 di bulan kedua, dan 20 di bulan ketiga.

Dengan peluang bisnis yang menjanjikan tersebut, Teguh memperoleh suntikan dana sebesar Rp5 juta dari rekannya. Kini, jasa akikah Teguh berkembang makin pesat, bahkan ia telah mampu membeli lahan untuk kandang kambing dan dapur pengolahan daging akikah. Ia terus mengembangkan variasi menu olahan daging akikah dan inovasi promosi melalui situs aqiqahmurah.com.

 

Denny Juzaili (Aqiqah Jakarta Siap Saji)

Usaha berjualan kambing dan jasa akikah melalui internet ditekuni Denny sejak 2010 sebagai salah satu bisnis sampingan membantu temannya. Selama berjualan kambing akikah melalui internet tersebut, Denny senantiasa mendapatkan tawaran kambing dari peternak.

Tak diduga, pada 2012, ia menerima tawaran kambing dengan harga yang sangat kompetitif. Ia pun mencoba peruntungannya sendiri dan “banting setir” menggeluti bisnis ini. Tanpa pengalaman dan keahlian memasak, ia bersama timnya mencoba belajar memasak daging kambing dengan enak. Bisnisnya pun terus berkembang. Ia memanfaatkan jaringan internet dalam memasarkan produknya. Kini, pasar Aqiqah Jakarta bahkan merambah hingga konsumen luar negeri, seperti Kanada, Malaysia, Amerika Serikat, dan Belanda.

 

Tip Berbisnis Jasa Akikah

E-Hub Squad, berdasarkan latar belakang dan pengalaman yang berbeda dari ketiga pengusaha sukses bisnis jasa akikah di atas, beberapa hal yang dapat kita perhatikan untuk memulai bisnis di bidang ini adalah sebagai berikut.

  1. Pahami tentang syarat kambing yang layak dan berkualitas untuk kepentingan akikah.
  2. Survei beberapa peternak di beberapa wilayah di luar Jakarta.
  3. Pastikan Anda memahami cara mengolah hingga citarasa yang lezat dari masakan berbahan dasar daging kambing.
  4. Survei dan pelajari target pasar Anda, termasuk harga yang kompetitif. Ingat, jangkaulah konsumen yang tepat dengan materi promosi yang juga tepat.
  5. Lakukan promosi secara langsung tanpa mengabaikan kekuatan media sosial.
  6. Informasikan perihal keunggulan dari jasa akikah yang Anda tawarkan, misal gratis biaya potong dan pengantaran atau gratis sertifikat dan risalah akikah.

Nah, sudah mulai terbayang bagaimana Anda akan menjalankan bisnis ini? Ingat, apa pun kendalanya, selalu ada ide kreatif di belakangnya. Terus semangat, E-Hub Squad!

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment