Mendulang Rupiah dari Bisnis Sewa Mainan Anak

funbox toy rental

Hobi membelikan mainan hingga semuanya menumpuk di rumah sementara anak bertambah usia dan mudah bosan dengan mainan yang ada? Coba dijadikan bisnis saja!

Ide tersebut mampu membawa profit luar biasa bagi pelaku usaha sewa mainan anak. Iya, bisnis mainan anak tampak menggiurkan. Namun, bisnis sewa mainan anak lebih menggiurkan karena cenderung membutuhkan modal lebih sedikit dengan tingkat pengembalian cepat. Seperti apa ya?

Perkembangan Bisnis Sewa Mainan Anak di Indonesia

Saat ini makin banyak pelaku usaha yang mencoba peruntungan di bisnis sewa mainan anak. Kenapa? Kebutuhan orang tua untuk memberikan mainan yang menyenangkan sekaligus mengedukasi anak-anak terus meningkat. Untuk mengurangi mainan tersebut pada akhirnya menumpuk dan tidak terpakai, orang tua cenderung mencari alternatif lain, yaitu sewa mainan untuk anak-anak mereka.

Nyatanya, produk yang ditawarkan para pelaku usaha sewa mainan anak sangat beragam serta sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anak. Selain itu, orang tua bisa lebih berhemat dalam pengeluaran bujet untuk membeli mainan karena biaya sewa jauh lebih murah.

Pelaku Usaha Mainan Anak yang Menginspirasi

Jessica Natasha Halim, pemilik Funbox Toy Rental (FTR), memulai bisnis sewa mainan anak sejak sekitar 2012. Bermodalkan Rp100 juta, Jessica mampu memperoleh kembali modalnya dalam waktu sekitar empat sampai lima bulan. Dalam sebulan, Jessica bisa menyewakan hingga 150 unit mainan dengan tarif mulai Rp50.000 sampai Rp700.000 per bulan, bergantung pada jenis mainan. Namun, pelanggan bisa menyewa dalam tempo harian atau 2 minggu.

Beberapa pelanggan menyiasati untuk menyewa mainan selama 2 minggu guna mengetahui apakah anak mereka menyukainya atau tidak. Sementara, paket sewa mainan harian lebih menyasar pengusaha event organizer atau perusahaan tertentu yang akan menyelenggarakan acara dengan melibatkan anak-anak. Dalam sebulan, Jessica bisa memperoleh omzet sekitar Rp30 juta hingga Rp50 juta.

Sementara itu, Nurul Aliefa, pemilik Tatita, terdorong menawarkan kemitraan sebagai fasilitas usaha bagi orang dengan modal yang minim, sejak Juli 2011. Menurutnya, persaingan di bidang sewa mainan anak masih tergolong longgar dan cenderung mudah karena tak memerlukan lokasi khusus, bisa dijalankan di rumah.

Nurul menawarkan tiga paket kemitraan dengan investasi sebesar Rp19,5 juta, Rp33,9 juta, dan Rp53,3 juta untuk mendapatkan suplai mainan dan hak pemakaian nama Tatita selama lima tahun dengan nilai mainan mulai dari Rp10,5 juta hingga Rp36,8 juta, bergantung investasi yang dipilih oleh mitra.

Sistem Deposit

Apa pun model bisnis yang dikembangkan oleh Jessica dan Nurul, keduanya menerapkan sistem sewa yang sama, yaitu deposit yang harus dibayarkan oleh setiap calon penyewa. Nilai deposit ini berkisar Rp100.000 untuk sekali penyewaan dan akan dikembalikan jika mainan sudah berada di tangan mereka kembali. Selain deposit, untuk menjamin keamanan mainan yang dipinjamkan, penyewa diminta menunjukkan identitas asli dan menyerahkan fotokopinya.

Tip Bisnis Sewa Mainan Anak

E-Hub Squad, jika tertarik untuk menggeluti bisnis ini, pastikan Anda memperhatikan hal berikut ya.

  1. Ikuti terus perkembangan dunia mainan anak. Rajinlah mengunjungi toko mainan atau coba berinteraksi dengan anak untuk mengetahui mainan yang mereka senangi seperti apa.
  2. Pastikan mainan yang Anda sewakan selalu dalam keadaan bersih dan aman untuk digunakan oleh anak-anak. Lakukan perawatan dengan membersihkan mainan setiap kali penyewa mengembalikannya serta cek kondisi apakah mainan dalam keadaan baik atau tidak. Jangan sampai Anda meminjamkan mainan yang berpotensi menyebabkan anak terluka atau menjadi perantara sakit tertentu, seperti batuk atau pilek.

 

 

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment