Bagaimana Merek Terkenal Memanfaatkan Instagram?

using instagram

Sebanyak lebih dari 16 miliar foto dibagikan dalam Instagram, dengan rata-rata 55 juta foto diunggah setiap hari dan kebanyakan berupa swafoto (selfie). Artinya, ada banyak uang yang bisa diperoleh oleh merek yang mampu memanfaatkan peluang dari media sosial ini.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa Instagram memiliki engagement dan konversi tertinggi dari browser ke pembelanja. Penelitian tersebut juga menunjukkan sebanyak 92% merek ternama (premium/mewah) yang rata-rata melakukan postingan sebanyak 5,5 kali dalam seminggu di Instagram, mampu meningkatkan basis pelanggan mereka.

E-Hub Squad, penasaran merek-merek apa yang mampu mendominasi bisnis di Instagram dan trik apa saja yang mereka lakukan?

 

Benefit Cosmetics: Tampilkan Pelanggan dengan Produk Anda

Wanita senang berdandan mana yang tidak mengenal merek ini? Benefit didirikan pada 1976 di San Fransisco oleh Jean dan Jane Ford. Selain mampu menggaet target pasarnya dengan produk bernama dan berkemasan unik dan kreatif, Benefit mampu menjangkau lebih banyak pelanggan dengan konsep pemasaran via Instagramnya. Merek ini melakukan engagement dengan mendorong audiens untuk mengunggah foto-foto menggunakan produk mereka.

Sebut salah satunya mascara “they’re real!” yang mampu membuat sebanyak lebih dari 11.900 swafoto menggunakan tagar #realsies diunggah ke Instagram. Bukan hanya itu, Benefit juga membuat gambaran mosaik atas pencapaian tersebut dalam tautan desain microsite halaman produk “they’re real”! Akun Instagram resmi merek ini memiliki follower hingga 6,9 juta. Wah!

Stacey Bendet: Libatkan Penggemar Anda dalam Kisah di Balik Layar

Adalah Alice dan Olivia, desainer di balik merek ternama ini. Memiliki follower Instagram mencapai 684 ribu, keduanya lebih senang melakukan pendekatan merek kepada pelanggan dengan membagikan foto dan video yang mampu menangkap apa yang mereka lihat, rasakan, pikirkan dalam sebuah momen dan memberikan follower informasi yang sesungguhnya tentang inspirasi di balik desain dan fashion merek mereka. Bagi keduanya, hal tersebut merupakan cara membangun merek yang sesungguhnya, bukan sekadar menunjukkan produk tetapi kisah di balik itu semua.

 

Lancôme: Kontes!

Di era kecanggihan smartphone saat ini, siapa tidak suka berswafoto? Lancôme mampu menggaet peluang ini melalui kontes bertajuk #bareselfie, menantang para wanita untuk mengunggah foto mereka tanpa makeup. Cara ini sangat jitu dalam meningkatkan peluang merek Anda dilihat oleh lebih banyak orang di Instagram. Kontes ini merupakan bagian promosi Lancôme dalam meluncurkan lini produk serumnya, DreamTone. Sebanyak lebih dari 500 foto diposting menggunakan tagar #bareselfie dalam dua bulan masa promosi dan galeri swafoto yang dihasilkan dalam situs Lancôme memiliki tingkat konversi sebesar 4% untuk serum tersebut.

 

Chobani: Tirukan Pelanggan Anda

Pada 2011, Chobani menemukan bahwa bahkan sebelum bergabung dengan Instagram, para penggemar mereka senang mem-posting foto yoghurt Greek yang sangat bercita rasa seni. Pada Instagram, para penggemar merek ini senang mem-posting foto menggunakan tagar #creationaday dan #chobani untu menunjukkan kreasi mereka menggunakan yogurt Chobani.

Bagi Chobani, mengetahui tren yang berkembang di masyarakat sangatlah penting. Karenanya, jika pelanggan mereka memosting foto tentang smoothies, mereka pun akan melakukannya. Mereka ingin melakukan apa yang pelanggan mereka lakukan.

 

Ben & Jerry’s: Promosikan Produk Baru

Ingin membangun kesadaran akan produk barunya, Ben & Jerry’s merupakan salah satu dari merek terkenal yang membuat iklan Instagram. Merek ini memosting empat imej dari rasa barunya selama 8 hari, dengan target pasar orang Amerika berusia antara 18‒35. Mereka mampu menjangkau 9,8 juta orang selama proses tersebut dan melihat bahwa usia 33 lebih cenderung menyadari iklan mereka dengan tingkat perhatian mencapai 17% terhadap rasa baru mereka.

E-Hub Squad, selain beberapa hal di atas, pastikan Anda juga memperhatikan beberapa hal berikut, ya!

 

Gunakan Kekuatan Tagar!

Tagar menjadi cara jitu untuk membuat postingan Anda, dan merek, diperhatikan jauh lebih banyak orang di Instagram. Sebanyak 80% merek mengunggah postingan dengan setidaknya satu tagar dan rata-rata menggunakan tiga. Kebanyakan merek senang menggunakan tagar yang populer untuk industri mereka sehingga orang mudah menemukannya dalam hasil pencarian. Merek terkenal seperti Topshop dan Gucci secara konstan menggunakan tagar merek mereka untuk mendorong lebih banyak orang menggunakannya dalam postingan mereka. Karenanya, mereka berada dalam salah satu dari 10 merek bertagar dan merek terkenal di Instagram.

Pertimbangkan Variabel Visual

Baru-baru ini, peneliti di University of Wisconsin meneliti sebanyak lebih dari 130.000 postingan Instagram. mereka menemukan beberapa perbedaan antara cara orang berinteraksi dengan foto Instagram nonkomersial dan bisnis online. Sebagai contoh, pembelanjaan yang lebih tinggi diraih dari foto tanpa filter yang mengandung unsur warna kuning atau biru, foto tanpa caption panjang yang tidak mengandung tanda tanya atau tanda seru, dan foto yang jarang diunggah oleh orang-orang terkenal di Instagram.

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment