The Power of Tagar dalam Bisnis Online

tanda pagar

Tanda pagar (tagar—hashtag) menjadi tautan yang secara otomatis dapat diklik oleh audiens. Tautan ini memungkinkan mereka melihat postingan publik lainnya dengan tagar yang sama. Tagar sangat penting bagi kita yang mulai merintis bisnis secara online menggunakan media sosial, terutama Instagram. Karenanya, jangan remehkan the power of tagar!

 

E-Hub Squad, sebagai sarana promosi dalam dunia pemasaran online melalui media sosial, khususnya Instagram, tagar memiliki beberapa manfaat.

  1. Mempermudah pengelompokan konten. Tagar membantu Anda dalam mengategorikan konten yang dibuat.
  2. Mempermudah pencarian konten. Tagar membantu audiens dalam mendapatkan hasil atas konten yang mereka cari, termasuk produk atau jasa yang Anda jual.
  3. Menjaring pelanggan. Menggunakan tagar yang relevan dengan produk dapat membantu Anda memperoleh audiens secara lebih luas, bukan cuma followers
  4. Sarana promosi. Tagar membantu mempromosikan produk yang telah dispesifikasikan dalam sebuah informasi atau konten. Tagar juga membuat audiens mengetahui inti dan tujuan dari promosi Anda.

Bagaimana Menggunakan Tagar dengan Efektif?

  1. Banyak penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara jumlah tagar yang digunakan dengan jumlah engagement yang dapat Anda terima dalam sebuah postingan bertagar. Instagram tidak membatasi jumlah penggunaan tagar dalam sebuah postingan. Karenanya, maksimalkan dan gunakan lebih dari satu atau setidaknya 11 tagar yang dapat menjadi deskrispsi singkat produk Anda serta pastikan kata terpenting berada pada posisis tagar terdepan.
  2. Pengusaha lokal akan sangat terbantu dengan fungsi tagar yang mendeskripsikan lokasi. Penggunaan tagar seperti #Jakarta, #MallPondokIndah, atau #BazarMurahKalisari, misalnya, membantu Anda untuk memperoleh audiens secara lebih spesifik, dengan lokasi dekat dengan Anda. Pun, Anda dapat menggunakan tag lokasi dalam beberapa postingan.
  3. Kesalahan terbesar yang mungkin Anda lakukan adalah secara sering menggunakan tagar yang sama tanpa variasi. Ada baiknya ubah beberapa tagar yang sudah tidak berfungsi dan ganti dengan yang lebih relevan untuk dapat menjaring lebih banyak audiens baru.
  4. Anda bisa saja memperoleh jumlah audiens secara jauh lebih cepat jika memiliki peluang untuk membuat konten yang sesuai dengan trending topic. Sebelumnya, lakukan riset tentang trending topic ini dan pastikan tidak ada hal yang kontroversial yang dapat memengaruhi brand dan produk Anda.

 

Fakta Tagar

  1. Tagar digunakan untuk menaikkan not balok hingga setengah nada sejak abad ke-14.
  2. Tagar digunakan sebagai tanda abjad telegraf, simbol perangko di kantor pos Inggris dan Amerika, hingga tanda checkmate pada notasi deskripsi dalam dunia catur ketika memasuki abad ke-20.
  3. Tagar ditambahkan pada papan tombol keyphone telepon guna memberikan instruksi pada sistem operasi telepon, disebut dengan #Oktothorpe pada 60-an oleh para ilmuwan dari Bell laboratorium.
  4. Tagar digunakan dalam jaringan IRC untuk menandakan #Label group dan topik pada pertengahan 2000.
  5. Tagar resmi digunakan sebagai fitur grup yang bisa mengklasifikasikan topik atau grup oleh Twitter dan tepat pada 3 Agustus 2007, Chris Messina (@factoryjoe) menulis tweet pertamanya yang menyarankan menggunakan simbol tagar, “How do you feel about using # (pound) for group. As in #barcamp?”
  6. Twitter melakukan hyperlink semua kata yang didahului dengan tagar dan menjadikannya sebagai fitur resmi pada 1 Juni 2009.
  7. Instagram yang lahir di 2010 menggunakan fitur tagar dalam operasional aplikasinya.
  8. Google mengenalkan fitur tagar dalam jaringan sosialnya pada September 2012.
  9. Facebook mengenalkan tagar ke dalam jaringan sosialnya pada Juni 2013.

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment