Snazzy Boom: Bisnis Rambut Nenek yang Dirindukan

Bisnis dengan tema dan tampilan unik kini semakin menarik perhatian banyak orang. Salah satu bisnis tersebut adalah usaha makanan yang digagas Ryan Angkawijaya. Berkonsep camilan tahun 90-an, Snazzy Boom yang berdiri di awal tahun 2017 ini berupa arum manis yang dulu lebih dikenal dengan sebutan rambut nenek. Dengan beragam pendekatan, Snazzy Boom berhasil mencuri perhatian generasi millennials karena keunikannya.

Dulu, Anda mungkin membeli jajanan arum manis ini di pedagang kaki lima berbalutkan plastik dan hanya memiliki satu varian rasa. Namun sekarang, Anda bisa mendapatkan hal yang berbeda di Snazzy Boom yaitu packaging yang menarik dan varian rasa arum manis yang rupa-rupa.

 

Berawal dari Celetukan
Founder Snazzy Boom, yang akrab disapa Ryan, melalui perbincangan bersama tim Entrepreneur Hub menceritakan latar belakang ‘lahirnya’ Snazzy Boom, “Ide ini muncul karena celetukan teman saya yang berkata susahnya mencari penjual arum manis sekarang ini, apalagi di zaman modern”. Karena celetukan tersebut akhirnya pria berusia 25 tahun ini melakukan riset kecil tentang arum manis. Ryan menemukan data bahwa penjual arum manis sekarang ini sudah banyak yang beralih profesi menjadi tukang batagor, gorengan, dan jajanan lainnya.

Menyoroti kondisi tersebut, Ryan melihat sebuah peluang dari arum manis ini, yaitu pasarnya ada dan masih dirindukan namun produknya sudah tidak ada. Akhirnya, Ryan membuat sebuah inovasi yaitu dengan menyelipkan konsep branding dan marketing yang fit dengan perkembangan zaman saat ini.

 

Menyasar Kaum Millennials
Target market dari Snazzy Boom ini yaitu orang-orang yang lahir di tahun 90-an, di mana memang pada tahun tersebut masih cukup banyak penjual arum manis, dan tentunya orang yang lahir di tahun 90-an pasti pernah mencicipi jajanan arum manis ini.

Dengan target market usia 18-34 tahun, Snazzy Boom cukup digemari oleh kaum wanita dan memang produk inovasi ini cukup diterima dengan baik oleh pasar dengan reseller yang sudah menyebar dari Sabang sampai Marauke. Luar biasa sekali ya, E-Hub Squad!

@snazzyboom

 

Konsep yang Inovatif
Seperti yang sudah diceritakan di atas, Snazzy Boom lahir dengan inovasi yang sangat menarik dari sisi produk, packaging, dan marketing. Tak hanya itu, Snazzy Boom dibuat lebih menarik dengan memiliki beberapa varian rasa yaitu original, melon, durian, frambozen, coklat, dan varian terbarunya yaitu bubble gum. Segala inovasi dibuatnya seapik mungkin dan kekinian sehingga menghasilkan feedback yang positif dari para konsumennya.

Sanzzy Boom dalam memasarkan produknya masih berfokus pada digital marketing dan evangelist marketing. Di mana untuk digital marketing, Ryan bermain di ranah Instagram (@snazzyboom) dan Facebook dengan memanfaatkan fitur advirtising yang diberikan Instagram & Facebook. Selain itu Ryan juga mengajak para pelaku entrepreneur untuk bekerja sama dalam bentuk reseller ataupun dropshipper.

Menarik sekali ya produk Snazzy Boom ini. Sebagai penutup, Ryan memiliki pesan untuk E-Hub Squad, “Untuk memulai bisnis diperlukan tujuan yang jelas. Dengan tujuan itu maka kita dapat menentukan tujuan bisnis kita ke depannya. Jangan heran jika di dalam perjalanan bisnis menemukan masalah-masalah karena dengan itu kita akan semakin bijak dan semakin baik lagi”.

Seperti trampolin, kita harus jatuh lebih dalam untuk melompat lebih tinggi.

-Ryan Angkawijaya

Related posts

Leave a Comment