Yasa Paramita Singgih: From Zero to Hero

yasa paramita singgih

Siapa tidak kenal pengusaha muda dengan segudang prestasi: Yasa Paramita Singgih atau lebih dikenal Yasa Singgih? Kisahnya mampu menginspirasi banyak anak muda untuk mau dan bersemangat dalam memulai sebuah usaha dari nol.

Faktor ekonomi keluarga membuat Yasa, kelahiran tahun 1995, jadi pribadi yang mandiri dan sejak usia 15 sudah belajar berbisnis. Berawal dari bekerja dengan temannya di beberapa event organizer dan mencoba jualan secara online, Yasa kemudian belajar merambah dunia fesyen dan kuliner. Di usia 18, Yasa sempat mengalami kegagalan dalam berbisnis hingga merugi ratusan juta.

Tak patah semangat, Yasa memulai kembali bisnisnya dari 0 di usia 19. Menurut pandangannya saat itu, peluang bisnis di dunia fesyen sangat besar. Ia pun merambah fesyen pria dengan memanfaatkan platform online: Men’s Republic. Berkat upaya dan semangatnya, Men’ss Republic kini bahkan merambah konsumen di beberapa negara di Asia dan menjadi salah satu brand yang banyak dilirik kawula muda di Indonesia.

Motivasi dari Yasa Singgih

Berdasarkan kisah tersebut, kita dapat melihat bahwa Yasa pandai memanfaatkan networking yang terjalin dari attitude yang baik. Menurutnya, hal ini penting sebagai salah satu kunci kesuksesan seorang pengusaha. Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah berani mengalami kegagalan dan mengambil risiko, peka melihat peluang, serta memiliki motivasi yang kuat dan strategi yang tepat.

Setiap proses dalam menjalani usaha Yasa sikapi dengan dewasa. Kini ia menjadi miliarder dan masuk dalam daftar 30 Entrepreneur Muda Usia di Bawah 30 Tahun di Asia yang menginspirasi banyak kawula muda dan pengusaha pemula. Ia berharap bahwa setiap kawula muda dan pengusaha pemula tidak takut mengalami kegagalan. Kreativitas adalah kekuatan utama generasi muda untuk bangkit dari kegagalan.

E-Hub Squad, yuk lebih semangat memulai usaha dan jangan takut untuk gagal. Lihat peluang yang ada dan memungkinkan untuk dijalankan, minta dukungan keluarga dan orang terdekat, serta terus belajar dari mereka yang telah sukses agar kita dapat terus termotivasi.

 

 

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment