Mengemas Produk/Jasa dalam Video YouTube

video youtube marketing

Tahukah Anda bahwa sekitar 92% calon konsumen lebih tertarik dengan informasi produk atau jasa yang dikemas dalam bentuk video? Dikatakan, sepertiga dari konsumen melakukan pembelanjaan setelah menyaksikan video promosi produk atau jasa tertentu.

Di tengah maraknya penggunaan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk kepentingan promosi usaha melalui fitur video live, nyatanya YouTube tetap mampu jadi salah satu media yang dipilih oleh pemilik usaha. Bagaimana tidak? Disebutkan bahwa YouTube memiliki lebih dari satu miliar pengguna dan setiap jamnya ratusan juta video ditonton. Berapa miliar penayangan video dari laman ini setiap harinya? Betapa besar peluang promosi produk atau jasa Anda dapat dilihat sekian banyak orang dari berbagai belahan tempat di dunia?

Yah, mungkin Anda tidak berencana terlalu muluk untuk menjangkau masyarakat luar negeri dalam waktu dekat ini. Setidaknya, promosi produk atau jasa Anda mampu menjangkau konsumen dalam negeri. Nah, untuk dapat berhasil menyangsa mereka yang disasar, pastikan beberapa tip membuat video marketing melalui kanal YouTube berikut Anda lakukan.

 

Konsumen

Dalam pemasaran jenis apa pun, digital maupun konvensional, menentukan audiens yang akan disasar adalah penting. Hal ini akan berpengaruh terhadap konten promosi (iklan) yang akan dibuat. Misal, produk perawatan wajah berjerawat akan menggunakan model gadis belia karena kondisi kulit yang rentan dengan jerawat banyak ditemukan pada usia ini (12‒18 tahun), khususnya pada anak perempuan.

Dengan demikian, sebelum membuat video promosi, sebaiknya Anda telah mengetahui beberapa informasi seperti jenis kelamin calon konsumen, rentang usia, berada di wilayah mana, latar belakang pendidikan hingga pekerjaan dan tingkat penghasilan, atau apakah perorangan atau perusahaan.

 

Tujuan

Menentukan tujuan dari pembuatan video promosi tidak kalah penting. Beberapa waktu terakhir ini banyak orang membuat video promosi dalam bentuk pesan sosial sehingga audiens digiring untuk memahami pesan tersirat bahwa pemilik usaha peduli dengan kondisi yang sedang berkembang di masyarakat. Untuk itu, tentukan tujuan dibuatnya video promosi Anda secara jelas, entah untuk branding atau berjualan. Namun, pastikan Anda hanya memiliki satu pesan dalam satu video yang dibuat.

 

Jenis

Setelah menentukan tujuan, Anda bisa memilih jenis video yang Anda buat sesuai tujuan tersebut. Misal, untuk video yang bertujuan mengedukasi konsumen tentang cara menggunakan produk, Anda bisa membuat video tutorial. Lainnya, Anda bisa memilih jenis video animasi untuk tujuan membantu konsumen dalam menghadapi kendala saat menggunakan produk Anda. Atau, Anda bisa membuat video testimoni sebagai “bahan” untuk membuat lebih banyak konsumen yakin akan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

 

Durasi

Hanya buat video dengan durasi yang pas, tidak terlalu pendek sehingga pesan kurang dapat diterima, atau tidak terlalu panjang sehingga audiens terlanjur bosan untuk menonton dan juga tidak mendapat pesan yang akan disampaikan. Jangan lupa, “bubuhkan” call to action agar audiens mau mengikuti saran Anda. Misalnya, Anda menyampaikan pesan agar audiens segera melakukan pembelian sebelum masa berlaku diskon habis.

 

Unggah

Sebelum mengunggah (upload) video YouTube, tentukan judul yang tepat dengan terlebih dahulu melakukan riset kata kunci pada mesin pencari. Hal ini penting agar video Anda dapat bersaing di mesin pencari sesuai dengan niche yang ditargetkan. Selanjutnya, jangan lupa share video Anda pada akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Instagram.

E-Hub Squad, siap membuat video marketing Anda di YouTube?

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment