Tren Pemasaran yang Layak Anda Coba

tren pemasaran

Anda pemilik UKM dan merasa usaha Anda tidak berkembang atau mandek? Anda sudah coba memperhatikan tren pemasaran yang berkembang tapi penjualan tidak juga meningkat?

E-Hub Squad, seorang pemilik usaha dituntut untuk tidak pernah merasa puas dan terus belajar, terlebih di era di mana konsumen dapat dengan mudah melihat banyak tawaran dan membandingkan pilihan atas produk atau jasa yang mereka butuhkan seperti saat ini. Karenanya, pemasaran digital (digital marketing) masih jadi solusi strategi bagi usaha Anda. Pastikan Anda terus beradaptasi dengan teknlogi baru yang sedang atau akan berkembang dan terapkan konsep What’s New, What’s Hot, dan What’s Next.

 

Beralih ke Mobile Centric

Jika sebelumnya banyak pemilik usaha berusaha agar bisnis mereka dapat dengan mudah dijangkau oleh konsumen secara mobile friendly, kini mereka mengupayakan bisnis yang mobile centric. Mengapa demikian? Mobile centric memungkinkan konsumen melakukan berbagai hal melalui smartphone mereka, bukan sekadar pencarian atau “window shopping”.

Karenanya, bisnis yang bersifat mobile centric memanjakan konsumen dengan layanan pencarian, pembayaran, hingga komunikasi online. Untuk bisa berada pada jalur pemasaran seperti ini, pastikan bisnis Anda minimal berada pada level mobile friendly dengan membuat website Anda terus responsif sehingga konsumen merasa terlayani dengan baik. Namun, jangan lupa untuk terus mengembangkan perangkat yang memungkinkan Anda beralih ke mobile centric dengan mengikuti tren mobile apps yang paling pas untuk bisnis Anda.

 

Mengikuti Tren Media Sosial

Jika sebelumnya orang banyak menggunakan Twitter sebagai sarana promosi melalui content marketing berupa tulisan, kini Facebook dan Instagram lebih banyak dilirik. Bahkan, pengguna Instagram di Indonesia tahun ini mencapai angka 45 juta. Keterbatasan Twitter dalam hal imej dan jumlah karakter font membuat pemilik usaha merasa kurang bisa menyampaikan pesan yang akan diberikan kepada konsumen dengan lebih leluasa.

Nah, seiring meningkatnya aktivitas konsumen menggunakan Facebook dan Instagram, membuat dua media sosial ini terus berinovasi untuk mengembangkan platform yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tidak hanya pembeli tapi juga pemilik usaha. Kedua platform ini kini tidak hanya dilengkapi dengan fitur video, tapi lebih dari itu: Live video. Fitur ini diyakini ampuh untuk digunakan sebagai sarana beriklan.

Menurut berbagai penelitian, sebanyak 60% orang cenderung menonton video dibandingkan membaca teks. Bahkan sebanyak lebih dari satu juta video ditayangkan di Facebook setiap harinya. E-Hub Squad, ika ingin mencobanya, pastikan Anda telah mempelajari beberapa hal terkait video marketing agar upaya Anda menggunakan media ini berhasil dilirik konsumen.

Baca juga: Pemasaran Berbasis Video

Layanan yang Responsif

Internet memungkinkan jarak dan waktu seperti tanpa batas. Aktivitas, termasuk komunikasi, dapat terjalin dengan mudahnya. Begitu pula hubungan antara pemilik usaha dan konsumen. Selain beberapa hal di atas, pastikan Anda senantiasa responsif dalam menghadapi konsumen, selain membuat pesan atau iklan yang mudah “dicerna”. Bagaimanapun, buatlah layanan yang mampu membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan Anda dan konsumen. Hal ini merupakan hal penting untuk menghasilkan nilai lebih terhadap peningkatan jumlah konsumen hingga penjualan.

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment