Personal Branding sebagai Marketer, Itu Perlu!

Melakukan branding tidak hanya dilakukan oleh suatu brand saja, Anda sebagai generasi yang hidup di era pertukaran informasi yang makin cepat ini pun maka harus mampu “mempromosikan diri”.

Jangan berpikiran negatif terlebih dahulu, mempromosikan diri atau yang biasa dikenal dengan personal branding yaitu posisi di mana Anda mampu memasarkan kelebihan-kelebihan yang Anda miliki. Personal branding sendiri tidak ada hubungannya dengan usia, posisi di kantor, atau bisnis yang Anda jalankan. Sebab, diri Anda sendiri pun mencerminkan sebuah brand.

Personal branding dapat dilihat dengan Anda menjual produk/jasa, karena pembeli atau calon pembeli justru harus “membeli” Anda terlebih dahulu. Pelanggan tidak akan membeli produk/jasa yang Anda tawarkan jika mereka tidak memiliki kepercayaan kepada Anda. Oleh karena itu dalam artikel ini akan membahas relevansi antara seorang marketer dengan personal branding dalam memasarkan produk/jasa yang dimiliki. Lalu apa saja yang harus dilakukan? Mari simak tipnya, Ehub Squad.

 

Gunakan Gaya Keseharian
Bila Anda memiliki produk/jasa maka usahakan untuk memasarkannya dengan menyesuaikan gaya keseharian yang Anda miliki. Jangan memaksakan suatu bentuk pemasaran/promosi untuk suatu hal yang bertentangan dengan ciri khas kepribadian Anda. Contoh, jika Anda memiliki kesukaan dalam perawatan tubuh dan kecantikan, maka pas bagi Anda untuk memasarkan produk kecantikan. Tentu Anda akan memiliki pengetahuan tentang produk tersebut dan yang terpenting sesuai dengan kepribadian Anda.

 

Gunakan Gaya Bahasa yang Sederhana
Anda harus mengetahui target pasar produk/jasa yang akan anda jual dengan begitu Anda dapat mengetahui harus mengunakan bahasa seperti apa. Gunakan gaya bahasa yang sederhana dan mudah diterima oleh target pasar Anda. Jangan pernah memaksakan diri Anda untuk berbahasa asing, kecuali Anda menguasainya dengan baik.

 

Gunakan Diri sebagai Bahan Percontohan
Lakukan bentuk pemasaran yang dapat Anda sisipkan ke dalam gaya hidup keseharian Anda, sehingga target pasar akan lebih mudah dalam mencernanya. Gunakan diri sebagai bahan percontohan, serta memberikan rekomendasi dengan data yang valid. Contoh, Anda menjual produk sepatu lari, Andapun menggemari lari dengan menggunakan brand sepatu yang menurut anda yang terbaik. Kemudian Anda menjual brand tersebut, sehingga Anda akan memasarkan produk tersebut sesuai dengan experience Anda.

Banyak penjual yang semakin sukses dengan pelanggan yang semakin banyak karena terjaganya kepercayaan (trust). Membangun trust tentu perlu proses yang panjang dan tidak bisa instan, oleh karena itu penting bagi Anda membangun customer engagement dengan personal branding yang dikenal baik oleh para pembeli Anda.

 

Semoga tips ini dapat berguna bagi Anda yang memasarkan produk/jasa sehingga dapat berhasil mencapai sasaran yang diinginkan oleh Anda, Ehub Squad!

Related posts

Leave a Comment