Hal yang Paling Diinginkan Millennials dalam Bekerja

Indonesia sebentar lagi akan mendapatkan bonus demografi yaitu tahun 2020–2030. Sudah tahu apa itu bonus demograsi, Ehub Squad? Itu adalah kondisi di mana jumlah populasi dengan usia produktif (15–64 tahun) lebih banyak dibandingkan dengan usia yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun). Ini tentu kabar baik dan menguntungkan bagi Indonesia, mengapa? Hal ini menjadikan para generasi millennials akan memenuhi perusahaan sebagai karyawan atau mungkin memilih menjadi pebisnis.

Dilansir dari cnnindonesia.com, generasi millennials saat ini dikenal dengan karakter “kutu Loncat” karena sering berpindah-pindah kantor. Menurut survei yang dilakukan oleh laman pencari kerja Jobstreet, sebesar 66 persen generasi millenials atau mereka yang lahir pada era 1980-an hingga 90-an gemar berpindah kerja kurang dari dua tahun.

Begitu banyak alasan generasi millennials yang hengkang dari kantor kurang dari dua tahun, alasan pengunduran diri biasanya dipengaruhi tiga faktor, yaitu lingkungan kerja, lingkungan sosial atau politik, dan alasan pribadi. Hasil survei yang dilakukan oleh Jobstreet, yang diinginkan oleh generasi millennials dalam bekerja sebagai berikut.

 

Fasilitas & Kenyamanan Bekerja
Selain gaji yang tinggi, yang diinginkan karyawan tentu kenyamanan dalam bekerja dengan didukung fasilitas kerja yang memadai. Seperti yang Anda ketahui salah satu kantor impian banyak orang adalah kantor Google, begitu banyak fasilitas yang dapat dinikmati para keryawannya seperti makan gratis, beragam permainan untuk rileksasi, fasilitas olahraga, dan masih banyak lagi fasilitas yang dimiliki oleh Google untuk karyawannya.

 

Pelatihan & Pengembangan Diri
Generasi millennials saat ini tidak hanya ingin bekerja saja, mereka lebih senang bekerja dengan mengembangkan diri dengan belajar hal yang belum mereka ketahui. Maka penting bagi sebuah perusahaan untuk menyedikan pelatihan dan pengembangan diri untuk karyawannya dengan mengetahui apa yang dibutuhkan mereka.

Dua hal tersebut bisa menjadi acuan bagi para perusahaan untuk membangun employee engagement. Menangani generasi millennials tentu perusahaan harus memiliki strategi khusus, karena memang generasi ini lahir dan tumbuh di era perkembangan teknologi dan memiliki kemampuan menggunakan teknologi lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

 

Related posts

Leave a Comment