Segmentasi Pelanggan, Bangun Bisnis untuk Pelanggan Anda

segmentasi pelanggan bmc

“Everyone is not your customer. Iya, kalimat tersebut diucapkan oleh Seth Godin, sang ahli pemasaran terkemuka. Lantas, seperti apa pelanggan Anda? Lantas, bagaimana pelanggan Anda?

Untuk memulai sebuah bisnis, diperlukan lebih dari sekadar ide besar yang unik. Ingat, menciptakan sebuah produk (mungkin) mudah, tetapi menjadikannya berhasil dikenal dan dimanfaatkan banyak orang memerlukan rangkaian strategi khusus. Salah satunya, segmentasi pelanggan.

Mengapa segmentasi pelanggan? Pelanggan adalah inti dari sebuah bisnis. Untuk dapat terus berkembang, berjalan, meraih sukses, sebuah bisnis membutuhkan pelanggan. Namun karena keterbatasannya, sebuah bisnis harus menentukan secara spesifik pelanggan yang akan disasarnya agar memiliki nilai keunikan dan bisa terus bersaing dengan bisnis lain yang mirip.

Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan segmentasi pelanggan? Nah, perlu sama-sama kita ketahui, segmentasi pelanggan tidak melulu konsumen atau belum tentu seorang pembeli. Segmentasi pelanggan lebih mengarah kepada orang yang mengambil keputusan untuk melakukan pembelian.

Misal, seorang istri meminta tolong kepada suaminya membeli susu untuk anak mereka. Siapakah di sini yang menjadi segmentasi pelanggan dari produk susu? Tentu bukan sang suami, bukan pula sang anak. Segmentasi pelanggan dari produk susu tersebut adalah sang istri, karena ia bertindak sebagai pengambil keputusan untuk melakukan pembelian. Karenanya, banyak iklan produk susu dibuat untuk berfokus pada dan diperhatikan oleh ibu-ibu.

Untuk lebih mudah, coba kita perhatikan beberapa kategori segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhannya sebagai berikut.

  • Pelanggan dalam jumlah besar dengan kebutuhan yang sama disasar oleh satu bisnis. Misalnya, bisnis bahan pokok yang menyangsa semua kalangan dan semua umur. Kategori ini disebut dengan mass market.
  • Pelanggan yang spesifik dengan kebutuhan yang juga spesifik disasar oleh satu bisnis. Misalnya, bisnis kosmetik, maka pelanggannya hanyalah kaum wanita, terutama yang senang berdandan. Kategori ini disebut dengan niche market.
  • Pelanggan masih masuk dalam kategori yang sama dengan kebutuhan yang berbeda disasar oleh satu bisnis. Misalnya, bisnis pakaian anak. Bisnis ini terbagi dalam pakaian bayi, balita, maupun anak yang sudah lebih besar. Karenanya, jenis bisnis ini masuk dalam kategori segmented.
  • Dua jenis pelanggan yang sangat berbeda disasar oleh satu bisnis. Misalnya, bisnis travel agentyang menyangsa pelanggan yang ingin bepergian, tetapi juga membuka jasa pengiriman barang untuk mengisi kekosongan kursi karena kurang atau tidak adanya penumpang. Bisnis ini masuk dalam kategori diversified.
  • Dua jenis pelanggan yang saling tergantung dalam satu bisnis. Misalnya, bisnis tabloid di mana segmentasi pelanggannya adalah pembaca yang membeli tabloid dan pemasang iklan. Makin banyak yang membaca tabloid, makin banyak pula yang memasang iklan. Begitu pula sebaliknya. Bisnis jenis ini masuk dalam kategori multi-side market.

 

Jika Anda berniat untuk mengembangkan bisnis secara online, setiap kategori tersebut di atas juga mempengaruhi jenis media online apa yang perlu Anda gunakan, bisa berupa akun social media atau e-commerce marketplace seperti Lazada.

Apa Anda sudah menentukan segmentasi pelanggan Anda? Ingat, bangunlah bisnis untuk pelanggan Anda, jangan mencari pelanggan untuk bisnis Anda!

Editor: Andiana Moedasir

 

Related posts

Leave a Comment