Tendry Zulfah Maharani dan Bisnis Kaikee dari Hobi

kaikee tendry

Berapa banyak dari kita yang bisa menjalankan apa yang kita cintai? Rasanya nikmat sekali bisa melakukan sesuatu, bekerja, atau berbisnis karena landasan hobi. Seperti Steve Jobs katakan, “The only way to do great works is to love what you do.

Memang, sebagian besar bisnis food and beverages (F&B) dijalankan karena hobi. Bagi mereka, home chef, yang menjalankan bisnis ini, makanan selayak karya seni yang membuat mereka merasa kecanduan untuk terus menghasilkan karya-karya menarik nan lezat. Pun demikian dengan Tendry Zulfah Maharani yang bisa berjam-jam di dapurnya tanpa merasa bosan. Baginya, ada rasa tenang berada di dapur.

 

Sejak 2014, Tendry memulai bisnis F&B-nya berupa Kaikee Homemade Kitchen (Korean Food, Cake & Cookies) dan Kaikee Home Catering (beberapa jenis menu nasi, lunch box, dan tumpeng). Bersuamikan seorang pria keturunan Korea-Jepang, Tendry belajar memasak makanan Korea untuk sang suami, kemudian mengunggahnya di sosial media. Tanpa diduga, beberapa orang tertarik untuk memesan menu masakan Korea, seperti Kimchi, Topokki, dan Bibimbap kepadanya. Ternyata, hal ini menjadi peluang bisnis baginya.

Dengan modal awal sekitar 10 juta, Tendry coba merintis usaha rumahannya ini walaupun tanpa background sekolah masak. Menawarkan menu masakan Korea dengan bahan-bahan yang betul-betul diperhatikan kandungan halalnya, Kaikee Homemade Kitchen mendapat respons luar biasa bukan hanya dari warga Korea yang tinggal di Jakarta tapi juga warga Jakarta yang menggemari masakan Korea.

Selain terus mencoba resep-resep baru dan berinovasi dengan karya yang unik, seiring berjalannya waktu, permintaan akan menu masakan nusantara maupun cake dan cookies pun berdatangan. Bisa dikatakan, Kaikee Home Catering menjadi salah satu pelopor tren menu nasi liwet kekinian dengan menu nasi biru daun jeruknya.

Hal ini menjadi keunikan yang ditawarkan Kaikee Home Catering di tengah banyaknya permintaan menu nasi liwet kekinian di pasaran. Menurut Tendry, nilai plus lain yang ditawarkannya adalah semua menu masakan Kaikee Homemade Kitchen dan Kaikee Home Catering jauh dari bahan pengawet, pemanis buatan, maupun MSG sehingga sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak.

 

Tantangan yang dihadapi Tendry dalam mengelola bisnisnya adalah kurangnya tim yang membantunya bekerja di dapur, terutama bila permintaan akan Kaikee Homemade Kitchen sedang banyak-banyaknya. Namun, kendala tersebut ia hadapi dengan strategi tidak ngoyo dalam menerima orderan.

Jika dirasa tidak sanggup menerima tawaran, ia tidak memaksakan diri. Dengan demikian, selain bisa tetap happy menjalankan bisnisnya, kualitas dari masakan karyanya dapat terjaga dengan baik dan ia bisa tetap memiliki waktu untuk keluarganya, suami dan kedua anaknya yang masih balita.

Dengan omzet berkisar 20-35 juta dalam sebulan, bahkan mencapai dua kali lipat saat momen Lebaran dan Tahun Baru, Tendry bermimpi ke depannya bisa mendirikan Kaikee Fusion Warung, offline warung di mana produk-produk Kaikee Homemade bisa ready dan dinikmati langsung di tempat itu. Enjoy menjalankan bisnis dengan landasan hobi dan passion, ia yakin suatu saat dapat mewujudkan mimpinya tersebut.

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment