Githa Nafeeza dan Tantangan Bisnis Kuliner

githa nafeeza

Tidak bisa memasak dan awam dalam bisnis kuliner, restoran, tidak menjadikan seorang Githa Nafeeza urung niat bergelut di dalamnya. Kendala justru menjadikannya tertantang untuk makin mengembangkan bisnisnya. Hasilnya? Hikmah memang hanya ada bagi mereka yang mau menerima tantangan dan belajar darinya.

 

Siapa sangka, Resto Shabu Hachi yang sempat viral di media karena menampilkan Maid Menu, makin berkembang hingga kini memiliki beberapa cabang, bahkan hingga Bogor. Adalah Githa Nafeeza, sang owner, yang menampilkan menu dengan harga khusus kepada asisten rumah tangga/baby sitter yang kerap tidak mendapat “bagian” saat “sang tuan” makan di restoran. Khawatir menimbulkan polemik dari kesan yang ditangkap masyarakat, Githa Nafeeza pun menghapus menu tersebut dan menggantinya dengan makan gratis bagi asisten rumah tangga/baby sitter.

 

Memutuskan merintis bisnis restoran sejak empat tahun lalu, kejadian tersebut membuat Restoran Shabu Hachi, resto shabu-shabu berkonsep all you can eat, miliknya makin ramai dan dipadati pengunjung, terutama tiap akhir pekan. Bukan sekadar karena sempat viral di media, tentu ada hal lain yang membuat usaha Githa Nafeeza ini berkembang dengan sangat baik.

 

Fokus pada Usaha

Githa Nafeeza memutuskan untuk merintis bisnis restoran setelah serangkaian survei yang ia lakukan dalam bidang ini. Karenanya, ia hanya berfokus pada bidang ini, selain karena kuat bahkan saat krisis sekalipun. Selain itu, sebagai wujud keseriusannya, ia pun melakukan controlling dengan jadwal khusus dalam seminggu. Ia benar-benar memastikan bahwa restorannya hanya akan mengolah bahan berkualitas lagi segar.

Ia juga selalu memberikan pelatihan kepada leaders di restorannya, mulai dari store manager, supervisor, kitchen head, kapten, dan asisten kapten. Untuk mendukung bisnisnya, ia hanya membuka restoran di lokasi yang tepat dan terjangkau oleh pelanggan.

 

Layanan Pelanggan

Githa Nafeeza melakukan pendekatan secara personal kepada setiap pengunjung yang datang ke restorannya. Hal ini menjadi kunci bisnisnya. Baginya, customer care yang excellent, bukan sekadar customer service, adalah hal yang penting. Dengan demikian, full fill what customer needs and wants dapat terpenuhi dan pelanggan melakukan promosi mouth-to-mouth secara sukarela hingga branding dari bisnisnya tercipta dan melekat di pelanggan.

 

Fun Fact

Nyatanya, seorang Githa Nafeeza bukanlah seorang yang bisa memasak. Walaupun sangat awam dalam bisnis restoran, Githa Nafeeza justru tidak mempekerjakan profesional atau menggunakan konsultan dalam membangun bisnisnya. Semuanya ia dan tim pelajari sendiri secara detail, bahkan sampai membeli banyak buku hospitality restoran untuk belajar. Githa Nafeeza pun rajin mencari resep untuk kemudian mengajak diskusi ketiga chef-nya dalam mengeluarkan menu baru.

 

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment