Bagaimana Meraih Sukses ala Mark Zuckerberg?

meraih sukses

Muda, cerdas, berbakat, kaya-raya, memimpin salah satu perusahaan terbesar di dunia. Siapa tidak mau meraih sukses seperti Mark Zuckerberg?

Walau tidak mengenyam pendidikannya hingga selesai di Harvard University, nyatanya Mark Zuckerberg bisa membuktikan kepada dunia bahwa latar belakang pendidikan bisa jadi tidak berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Lantas apa yang mampu mendukung seseorang dalam meraih kesuksesannya? Berikut beberapa hal penting yang Mark Zuckerberg bagikan untuk dapat kita terapkan melalui pidato kelulusan Harvard University angkatan 2017.

 

Bersikap Baik Kepada Siapa Pun

Menurut Mark Zuckerberg, bersikap baik adalah kepada siapa pun, bahkan kepada orang yang tidak kita kenal. Hal ini berdasarkan pengalaman Zuckerberg di hari pertama ia menjalani kuliah di Harvard. Ia terlambat bangun dan terburu-buru mengenakan pakaian. Tanpa sadar, ia  memakai kaos dalam kondisi terbalik, bagian dalam kaos menghadap keluar. Tidak ada seorang pun yang mengingatkannya, kecuali KX Jin. Sejak saat itu mereka jadi teman yang sering mengerjakan tugas bersama. Kini, KX Jin adalah salah satu orang yang menduduki posisi penting di Facebook.

 

Bersama-sama Membuat Sesuatu dengan Tujuan yang Besar

Zuckerberg menyarankan kepada setiap orang untuk (terus) melakukan hal-hal yang berpotensi jadi besar dan jangan pernah berpikir kalau nantinya akan ada orang atau perusahaan besar lain yang akan melakukannya. Selain itu, ajak orang lain untuk mempunyai tujuan besar (visi) yang sama. Hal ini menjadi landasan dan kekuatan sebuah usaha.

 

Tidak Ada Kesuksesan Instan

Menurut Zuckerberg, ide tidak akan hadir secara tiba-tiba. Harus ada kerja keras, tahap demi tahap, hingga nantinya didapat solusi yang tepat untuk masalah yang sedang dihadapi. Film-film sering memberikan pandangan yang salah. Pemikiran kalau ada sebuah momen yang mengubah segalanya merupakan kebohongan yang berbahaya. Zuckerberg mengingatkan kalau seseorang dengan ide yang besar mungkin akan dianggap gila oleh orang lain. Orang-orang yang ingin bergerak dengan cepat pun akan mendapat kritik dari orang lain yang ingin menghambatnya.

 

Zuckerberg Bisa Meraih Sukses karena Keberuntungan

Bagi Zuckerberg, kesuksesan besar yang bisa diraihnya didapat setelah berkali-kali mengalami kegagalan. Ia mencontohkan dirinya yang sempat membuat game, aplikasi chat, hingga pemutar musik, sebelum akhirnya mendirikan Facebook. Ia merasa beruntung karena tidak memiliki kewajiban untuk mendukung keluarganya secara finansial. Ia tetap merasa aman, bahkan jika gagal dengan Facebook. Namun, tidak semua orang bisa mempunyai keberuntungan seperti yang ia miliki. Menurutnya, itulah tugas masyarakat untuk memastikan ada lebih banyak orang yang mempunyai rasa aman secara finansial sehingga bisa bebas melahirkan ide-ide besar untuk perubahan dunia.

 

Membantu Orang Lain Tidak Melulu dengan Uang

Zuckerberg menyatakan bahwa tidak harus mengeluarkan uang untuk membantu orang lain. Hal ini bisa dilakukan dengan mengorbankan waktu dan tenaga. Sebagai misal, ketika istrinya, Priscilla, memintanya untuk mengajar, ia menolak karena alasan sibuk. Karena dipaksa, ia pun bisa mengajar tentang entrepreneurship di komunitas belajar lokal.

 

 

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment