Strategi Jitu Penjualan Meningkat Saat Ramadan

strategi jitu penjualan ramadan

Sebuah survei menyebutkan bahwa anggaran masyarakat meningkat beberapa kali lipat saat Ramadan. Anggaran ini bukan cuma untuk bersedekah atau berzakat sebagai meningkatnya rasa sosial dan religiositas mereka, tapi juga untuk berbelanja.

Ramadan merupakan saat yang paling dinanti oleh umat muslim di dunia dan memengaruhi perilaku masyarakat secara individu maupun sosial. Pengaruh Ramadan terhadap perilaku masyarakat terlihat dari perubahan “jam sibuk” dan konsumsi masyarakat.

Jeli Melihat Kebutuhan Ramadan

Meningkatnya konsumsi masyarakat di bulan Ramadan merupakan suatu fenomena konsumtif musiman. Pola peningkatan konsumsi ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu. Adapun peningkatan penjualan terjadi pada beberapa kategori produk.

Ambil contoh, baju muslim baik hijab, gamis, dan lainnya, kemudian perlengkapan rumah tangga termasuk produk minuman kemasan, biskuit, dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue, mainan, alat-alat elektronik, perlengkapan kesehatan dan kecantikan, hingga buku-buku bernuansa religi. Ada juga peningkatan lainnya di bidang jasa, yaitu parsel dan kurir.

Perilaku konsumtif masyarakat selama Ramadan ini selayaknya mampu dijadikan sebagai peluang emas bagi wirausaha dengan memanfaatkan strategi pemasaran yang matang. Promosi, tentunya dengan konten yang menarik, dapat dilakukan untuk membentuk kesadaran masyarakat akan produk yang akan dijual. Untuk itulah, strategi jitu penjualan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan omzet di bulan Ramadan.

Strategi Jitu Penjualan Melesat

Menurut situs pencari Google, masyarakat Indonesia mulai sering mencari konten yang berhubungan dengan Ramadan sejak seminggu sebelum Ramadan. Namun, aktivitas belanja cenderung terjadi di pekan kedua dan ketiga Ramadan. Oleh karenanya, momen ini merupakan masa-masa keemasan bagi peritel untuk menarik konsumen.

Seiring meningkatnya aktivitas menggunakan telepon seluler, masyarakat akan lebih cenderung mencari informasi dan berbelanja secara online. Pada siang hari selama Ramadan, transaksi online menurun hingga 71 persen dibandingkan pada periode sebelum bulan Ramadan sebesar 76 persen. Konsumen juga biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman saat jelang hingga setelah berbuka puasa dan selama Lebaran. Karenanya, aktivitas browsing dan berbelanja online pada waktu-waktu tersebut mengalami penurunan. Peningkatan aktivitas ini justru terjadi saat habis sahur dan setelah berbuka puasa.

Agar dapat memperoleh hasil maksimal dalam upaya meningkatkan penjualan dan transaksi online selama Ramadan, pastikan Anda telah memperhatikan hal-hal tersebut dengan baik. Selain itu, pertimbangkan untuk menjangkau konsumen selama Ramadan dengan memanfaatkan semua saluran pemasaran yang berfokus pada performa untuk mendorong hasil bisnis. Hal tersebut bisa Anda mulai dengan mengeklik:

  • Facebook Blueprint—pelajari segala yang Anda butuhkan untuk menguasai iklan Facebook dan Instagram.
  • Mobile Studios—tip dan rahasia untuk iklan yang baik di ponsel.
  • Facebook Creative Hub—buat contoh dan lihat seperti apa iklan Anda nantinya di Facebook dan Instagram.


Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment