Proses Menuju Sukses Pengusaha Dunia

proses menuju sukses

Dalam hidup, hal yang mudah mungkin adalah membalikkan telapak tangan. Segala hal yang harus dilalui untuk menjalani hidup pasti ada tantangannya, seperti berupa penolakan atau dianggap remeh. Begitu pula dalam merintis dan meraih kesuksesan bisnis. Jika Anda saat ini mengalaminya, jangan putus semangat! Lihat, banyak pengusaha di luar sana yang menjalani proses menuju sukses dengan kegagalan dan jatuh berulang kali, ditolak sana-sini, namun akhirnya melambung meraih kesuksesan.

Proses Menuju Sukses Tak Mudah

Kesuksesan bukanlah hal yang bisa digenggam dalam sekejap. Dibutuhkan perjuangan dan keseriusan untuk bisa meraihnya. Seperti dialami beberapa orang sukses di dunia, seperti Albert Einstein, Henry Ford, dan Walt Disney dengan perjuangan yang luar biasa. Tidak mengeluh saat jatuh-bangun, tidak sedikit dicibir dan diremehkan, namun mereka terus bangkit dan bersemangat demi sebuah kesuksesan. Berikut beberapa kisah sukses lain yang dapat menginspirasi kita.

 

Jack Ma

Siapa tidak familiar dengan nama Jack Ma, pria yang digadang sebagai orang terkaya di Cina dan kemudian menjadi miliarder terkaya di Asia? Di balik jumlah kekayaannya yang bikin berdecak dan kesuksesan luar biasa perusahaannya, tak tanggung-tanggung Jack Ma pernah mengalami 30 kali penolakan saat mengejar mimpi dan mencoba peruntungan untuk bekerja di berbagai perusahaan dan instansi. Ia pernah mendaftar untuk jadi polisi, namun ditolak karena dianggap tidak pantas. Bahkan ia pernah melamar kerja sebagai karyawan KFC di kotanya, namun dari 24 orang pelamar hanya ia yang tidak diterima. Pun, saat merintis produk e-commerce pertamanya sebagai hasil usaha kreatifnya, Alipay yang mewadahi jual-beli antar kurs dalam perdagangan internasional, tidak sedikit orang yang ragu dan menyangsikannya.

Daniel Kan

Lulus kuliah tidak membuat perjalanan karier Daniel Kan semulus yang dibayangkannya. Dari 35 lamaran pekerjaan yang ia kirimkan ke berbagai perusahaan, hanya 2 yang memberikan respons positif. Akhirnya Daniel Kan pun memilih salah satunya, sebuah startup di kawasan San Francisco, UserVoice, dengan alasan bisnis merupakan area yang tepat baginya.

Tidak berhenti di situ, passion bisnis dan latar belakang keluarga startup membuat Daniel Kan tertantang untuk memulai usahanya sendiri. Beberapa startup ia rintis dan terus mengalami kegagalan. Pantang menyerah dan dukungan orang-orang di sekitarnya membuat Daniel Kan akhirnya merintis Cruise Automation, sebuah startup bidang pengembangan teknologi mobil self driving alias mampu berjalan tanpa kendali manusia, hingga kini meraih kesuksesan.

Janan Leo

Saat masih berstatus sebagai seorang pegawai, setiap hari Janan Leo merasa tidak nyaman karena harus memakai sepatu heels selama perjalanan ke kantor. Ia mendapat ide untuk membuat sepatu flatshoes yang bisa dilipat sehingga bisa dimasukkan dalam tas dan memudahkan wanita untuk mengganti dengan high heels ketika sampai kantor.

Kesulitan yang dialami Janan adalah harus mencari pabrik yang bersedia membuat sepatu dari konsep bisnis yang ditawarkannya. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 100 pabrik dari seluruh dunia menolak untuk membuat sepatu yang ia inginkan.

Berbekal semangat pantang menyerah, Janan pun menemukan satu pabrik yang bersedia membuat sepatu sesuai permintaannya. Kini sepatu inovasinya telah dijual di 30 negara di seluruh dunia dan menjangkau berbagai kalangan peminat, termasuk artis internasional. Janan pun mampu meraup penghasilan dalam jumlah besar. Setiap tahun ia membukukan omzet hingga 1 juta Poundsterling atau Rp17,2 miliar (Kurs 1 pound sterling = Rp17.294).

 

Image via techinasia.com

 

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment