#SayangUangnya Because You Only Live Once!

#SayangUangnya

Hidup memang cuma sekali. Terbayang mengisinya dengan hal yang tidak berarti? Jangan sampai menjalaninya dengan penuh kesiaan hingga yang tersisa hanya penyesalan.

Demikian pula dengan menyikapi hal terkait keuangan. Banyak dari generasi milenial terjebak dalam budaya konsumtif. Padahal, pengelolaan keuangan yang baik sedini mungkin dapat menjadi pendukung kesuksesan mendatang.

Melihat kondisi tersebut, PermataBank sebagai bank yang terus berinovasi untuk jutaan keluarga Indonesia kembali mengajak masyarakat untuk menjalani gaya hidup hemat lewat gerakan #SayangUangnya. Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia mengurangi kebiasaan konsumtif dengan hidup lebih hemat, tapi tetap bisa menikmati hidup. Gerakan ini ingin mengubah pola pikir masyarakat di mana hemat berbeda dengan pelit.

#SayangUangnya Menginspirasi Banyak Orang

Pada 2016 lalu gerakan ini telah berhasil menginspirasi 34.000 orang, mendapatkan lebih dari 3.000 tips hemat ala #SayangUangnya dan mendapatkan lebih dari 135.000.000 eksposur di situs www.sayanguangnya.com. Melihat kesuksesan ini, PermataBank melanjutkan gerakan #SayangUangnya untuk menginspirasi jutaan keluarga Indonesia menjalani gaya hidup bijak dalam bertransaksi sehingga memiliki kualitas hidup lebih baik. Program ini merupakan kontribusi sosial PermataBank dalam mengajak generasi Indonesia menjadi generasi #SayangUangnya, memiliki semangat menabung untuk masa depan.

Bertempat di Kinokuniya Plaza Senayan, PermataBank meluncurkan buku berjudul “Kece Tanpa Kere: Strategi #SayangUangnya Mengatur Keuangan Ala Anak Muda”. Didukung oleh praktisi keuangan hingga host kenamaan Andy F. Noya, buku ini membagikan pengetahuan yang utuh tentang uang dengan memaparkan penyebab generasi muda jadi konsumtif sekaligus solusi untuk terlepas dari perilaku tersebut. Buku ini juga dilengkapi berbagai insight dan hasil riset komprehensif, wawancara eksklusif inspiratif bersama Ringgo Agus, Adinia Wirasti, Hamish Daud, Rene Suhardono, Nina Moran, serta Prita Ghozie dan jurnal #21HariSayangUangnya.

 

Editor: Andiana Moedasir

Related posts

Leave a Comment