Keseruan Berbisnis dengan Teman

Mencoba membuka bisnis bersama teman, mengapa tidak? Beberapa pengusaha sukses memulai bisnis bersama temannya. Sebut saja Mark Zuckerberg yang mendirikan Facebook bersama teman sekampusnya, Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, dan Chris Hughes. Ada juga Larry Page yang mendirikan Google bersama Sergey Brin. Banyak keuntungan yang bisa didapat dengan berbisnis bersama teman, seperti patungan modal, bertukar pikiran, dan melengkapi kemampuan masing-masing. Namun demikian, hal ini bukan tanpa tantangan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat memutuskan untuk berbisnis bersama teman.

 1.Bicarakan risiko terburuk sejak awal

Yakin dengan hasil positif, seperti bisnis maju pesat dan menghasilkan profit berlimpah merupakan hal yang sangat baik. Namun, sama baiknya dengan mempersiapkan segala risiko terburuk: Bisnis merugi bahkan hingga gulung tikar. Alangkah bijaknya jika hal seperti ini didiskusikan bersama teman sejak awal.

 2.Berbagi tanggung jawab

Tentu tiap rekan bisnis memiliki bidang keahlian masing-masing. Saat memutuskan untuk berbisnis dengan teman, bagi tugas sesuai keahlian dan kelebihan masing-masing, fokus pada apa yang menjadi tanggung jawab diri sendiri, dan sinergikan kemampuan yang ada. Saling memberi masukan boleh saja, tapi terlalu mencampuri tanggung jawab teman akan mengakibatkan pekerjaan lain terbengkalai.

3. Selalu cari ide baru, bahkan jika harus merekrut teman lain

Jika terlalu banyak persamaan dengan teman yang akan berbisnis dengan kita, seperti latar belakang pendidikan, karakter, hingga pengalaman, alangkah baiknya jika mencoba merekrut teman lain. Hal ini agar didapat prespektif dan ide baru yang membawa angin segar pada bisnis yang (akan) dijalankan.

 4.Selalu terbuka.

Hal-hal emosional dalam pertemanan bisa menjadi penghambat bisnis. Misalnya, perasaan sungkan karena teman lebih dominan atau sebal ketika merasa dilangkahi. Selalu terbuka dengan apa yang dirasakan menjadi kunci bisnis dapat berjalan langgeng. Terkadang hal emosional harus dikesampingkan demi profesionalitas. Artinya. Saat teman bermalas-malasan atau kurang bertanggung jawab, tidaklah salah jika ditegur.

Related posts

Leave a Comment