Berbisnis dengan Pasangan? Siapa Takut!

Saat memutuskan untuk memulai bisnis, beberapa hal seperti ketersediaan modal, pangsa pasar untuk produk yang akan dijual, dan mitra bisnis (co-founder) pasti menjadi pertimbangan. Keberadaan mitra bisnis memiliki beberapa keuntungan, di antaranya risiko bisnis dan tanggung jawab kerja terbagi serta modal lebih cepat didapat. Beberapa orang memilih teman, sahabat, atau keluarga. Namun, tidak sedikit yang menjadikan pasangan sebagai mitra bisnis. Apa saja yang perlu diperhatikan saat memutuskan berbisnis dengan pasangan?

1.Samakan minat dan visi

Memulai bisnis dengan pasangan sama halnya memulai sebuah hubungan baru, dari nol. Ketika tidak ada kesamaan minat atau visi terhadap bisnis yang (akan) dijalani, lebih baik bisnis sama sekali tidak dimulai. Jika dipaksakan, satu pihak akan menjadi penghambat karena akan lebih mudah berpikiran negatif.

2.Pembagian tugas

Pembagian tugas perlu dilakukan sejak awal, sesuaikan dengan kompetensi masing-masing. Jika suami lebih mahir dalam melakukan promosi dan marketing sementara istri dalam bidang keuangan, maka suami sebaiknya bertugas di bidang marketing dan istri di bidang finance.

3. Pembagian peran dalam pengambilan keputusan

Tentukan siapa yang akan menjadi pengambil keputusan utama untuk area bisnis tertentu (misal, suami untuk area operasional harian, sedangkan istri untuk marketing dan public relation). Bisa juga dibuat sistem pengambilan keputusan bersama dengan suara bulat, yaitu kedua pihak harus sama-sama setuju terhadap keputusan yang akan dibuat.

4. Siapkan ruang khusus untuk bekerja

Sebaiknya sediakan ruangan khusus untuk bekerja. Pisahkan ruangan ini dari ruangan yang digunakan bersama dengan anggota keluarga lain, seperti anak atau orang tua. Tidak perlu repot membangun satu ruangan kantor khusus di rumah, cukup jadikan salah satu area di rumah sebagai ruangan khusus untuk bekerja.

5. Sediakan waktu pribadi

 Perhatikan juga keseimbangan hidup. Pasangan tetap perlu memiliki waktu khusus untuk menghabiskan momen bersama, termasuk waktu khusus dengan keluarga. Jangan sampai bisnis bersama membuat hubungan dengan pasangan malah jadi renggang, ya!

Related posts

Leave a Comment