Sinyal Positif Perolehan Modal Bank untuk Industri Kreatif

Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki kinerja ekonomi paling hebat. Tahun 2015, Indonesia mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 4,79%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan hanya mencapai 2,4%. Iklim yang positif ini tentunya menjadi momen tepat bagi pemerintah untuk mengukuhkan fondasi perekonomian, terutama pada sektor riil.

Salah satu sektor riil yang sangat layak menjadi prioritas adalah ekonomi kreatif. Presiden Joko Widodo optimistis bahwa ekonomi kreatif kelak menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berbeda dengan sektor lain yang sangat bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia.

Guna mendukung pertumbuhannya, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjalin kerja sama dengan sejumlah bank BUMN untuk memfasilitasi pembiayaan industri kreatif. Beberapa bank yang telah diajak bekerja sama antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank BNI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Bank BRI Syariah, dan PT Mandiri Tbk. Kerja sama yang dilakukan sebatas mempertemukan pelaku industri kreatif dengan industri perbankan. Sementara itu, penyaluran lebih dilakukan oleh bank.

Bekraf mencatat bahwa hingga akhir 2016 terdapat sejumlah bank yang aktif, antara lain BNI sekitar Rp500 miliar dan BRI Rp3 triliun‒Rp 4 triliun, untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor ekonomi kreatif. Per Februari 2017, BNI sudah menyalurkan Rp2,5 triliun untuk pembiayaan sektor kreatif di luar KUR. Pun, Bank Mandiri sudah menyalurkan Rp4 triliun ke 16 subsektor ekonomi kreatif. Sementara itu, BRI Syariah mengamini bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan mulai menyalurkan pembiayaan pada usaha kreatif binaan Bekraf.

Sebelumnya, pada akhir Februari 2017, Bekraf telah menggelar program Bekraf Financial Club yang bertujuan meningkatkan permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif. Melalui program tersebut, perbankan Indonesia diharapkan dapat memahami karakteristik bisnis serta potensi ekonomi di setiap subsektor industri kreatif. Selain itu, pada November 2016, Bekraf juga telah mengalokasikan anggaran Dana Ekonomi Kreatif (Dekraf) sebesar Rp500 miliar dengan skema melalui pembiayaan perbankan konvensional maupun syariah, sebagai akses permodalan industri kreatif. Diharapkan dana tersebut dapat tuntas terserap pada tahun ini.

Related posts

Leave a Comment