Persaingan Usaha di Tengah Meningkatnya Industri Digital

 

Setiap tahun, persaingan industri terus mengalami peningkatan. Salah satunya adalah industri digital yang terus meningkat seiring perkembangan teknologi. Oleh karenanya, persaingan dalam industri pun makin ketat.

Tercatat, dari total populasi sebanyak 257 juta jiwa, sekitar 132 juta di antaranya telah mengakses internet. Sementara itu jumlah penduduk yang telah memiliki smartphone mencapai sekitar 103 juta jiwa. Pemerintah menargetkan, hingga 2020, potensi industri aplikasi, game hingga Internet of Things, di Indonesia diproyeksikan bisa mencapai 130 miliar dolar AS..

Melihat kondisi ini, pelaku ekonomi kreatif pada sektor digital harus lebih kompetitif dalam berkarya karena perkembangan industri digital makin pesat. Misalnya, seperti aplikasi pada ponsel pintar (smartphone) dalam waktu tertentu pasti akan ada update dari aplikasi tersebut untuk peningkatan kinerja.

Pemerintah, melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), mendorong banyak pengusaha (termasuk startup) untuk terus memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan usaha di tengah persaingan global. Hal ini sangat membantu, khususnya di era digital seperti saat ini di mana banyak aktivitas usaha dilakukan secara terkoneksi menggunakan internet. Bahkan, penjualan yang dilakukan secara online mampu menyumbang hingga 40% dari total pemasukan usaha. Tidak hanya itu, persaingan secara digital berarti juga membuka akses bagi persaingan global.

Bekraf adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif. Saat ini Bekraf membidangi 16 subsektor ekonomi kreatif, yaitu fashion, film dan animasi, kuliner, kriya, seni rupa, seni pertunjukan, seni musik, arsitektur, desain komunikasi visual, desain produk, aplikasi dan games developer, periklanan, penerbitan, televisi, radio, serta fotografi. Seluruh subsektor tersebut diharapkan menjadi andalan baru penggerak perekonomian nasional baik dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto, peningkatan ekspor, hingga penyerapan tenaga kerja.

Related posts

Leave a Comment