Jualan Lewat Medsos Gitu-Gitu Aja? Ini Tips Mengenali Masalahnya

Jumlah pengguna media sosial sangat besar di Indonesia. Banyak pelaku bisnis berpikir memasarkan produk lewat media sosial akan berdampak besar. Namun tak sedikit yang kecewa lantaran penjualan tak berubah secara signifikan. Apa sebabnya?


GDI Labs membedah tiga faktor utama yang bisa kamu analisis jika kamu merasa penjualan lewat media sosial terasa begitu-begitu saja, dan malah tidak menghasilkan apa-apa.

1. Konten yang relevan dan menarik

Orang mengakses media sosial pada dasarnya bukan untuk membeli produk.  Mereka membuka Instagram, Path, ataupun Facebook untuk mendapatkan kabar dari orang-orang yang mereka kenal, atau sekadar mencari inspirasi dan berita terbaru.  Sehingga di media sosial, pebisnis semestinya fokus menciptakan konten yang bisa dibagikan dan menjadi viral, ketimbang jualan langsung.

Namun ingat, konten yang menarik tidak cukup. Konten yang menarik itu juga harus relevan dengan produk yang kamu jual. Sebab jika tidak relevan, mereka yang menyukai konten kamu bisa jadi tidak tertarik dengan produk. Strateginya ialah mengangkat isu terkini yang sedang hangat diperbincangkan, lalu kaitkan dengan keunggulan produk.

Sebagai contoh, ada konten pintar yang tersebar di media sosial beberapa waktu lalu ketika kabar perceraian Brad Pitt dan Angelina Jolie tersebar di seluruh dunia. Kontennya singkat saja. Berisi foto lapak majalah dengan fokus pada majalah bercover Brad Pitt. Lalu ditulis begini,   

 

Brad is single
Los Angeles. From/one way, incl taxes.
£169*

2. Interaksi itu penting 

Esensi dari memiliki akun media sosial adalah adanya interaksi. Kamu harus berinteraksi dengan calon konsumen sebaik-baiknya, termasuk menggunakan bahasa yang familier dengan mereka, menambahkan unsur humor yang sesuai, bahkan termasuk merespon komplain atau keluhan yang dilayangkan ke akun media sosial brand. Dengan menjawab pertanyaan dari masyarakat seputar produk atau layanan, maka kamu bisa mendapatkan reputasi yang baik dan meningkatnya loyalitas konsumen.

3. Pantau terus dan Analisis

Jangan mudah GR dan merasa kamu sudah menciptakan konten yang disukai audiens. Padahal, yang terjadi bisa saja sebaliknya. Merancang strategi pemasaran yang akurat bisa diwujudkan dengan melakukan pemantauan dan analisa mengenai apa yang diperbincangkan masyarakat mengenai industri bisnis kamu di media sosial. Sebab, media sosial adalah wadah masyarakat menyalurkan pemikiran mengenai berbagai topik secara jujur, sehingga pelaku bisnis dapat menciptakan peluang dari sana.

 

 

Jadi, jangan menyerah terlalu dini bila pemasaran di media sosial tidak membawa hasil sesuai harapan. Dengan menerapkan hal-hal di atas, media sosial bisa menjadi alat powerful meningkatkan penjualan produk.

Related posts

Leave a Comment