Jarvis Store dan Kakatu Berguru ke Google

jarvis store, kakatu, gooogle

Dua startup Indonesia, Javis Store dan Kakatu, berhasil menjadi peserta Google Launchpad Accelerator global. Dua startup binaan Indigo Telkom itu mendapat kesempatan berguru di kantor pusat Google dan memperoleh dana sebesar USD 50 ribu atau Rp700 juta.

“Kami bangga dengan terpilihnya mereka. Bagi kami, sukses inovasi bukan cuma mampu bikin produk. Tapi juga tentang bagaimana Telkom mengelola talenta agar berkreasi dan membuat produk yang bermanfaat sehingga dipilih raksasa internet sekaliber Google,” kaa Ery Punta, Managing Director Indigo Telkom.

Program Indigo Creative Nation yang memiliki program inkubator dan akselerator, merupakan pionir pembinaan start up di Indonesia sejak 2009. Jarvis Store merupakan mitra indigo sejak 2013. Sedangkan aplikasi parental control Kakatu mulai tahun 2014.

Seperti dikutip dari detikinet, Frianto Moerdowo (Toto), CEO Jarvis Store menyebutkan, “Jarvis Store dapat terpilih salah satunya karena program Indigo yang telah membuka ruang pemasaran layanan secara massif dalam bentuk bundling program Telkom dan Telkomsel.”

Jarvis Store yang menyediakan layanan toko online praktis itu memang sempat menjadi mitra Divisi Enterprise & Business Solution Telkom pada tahun 2015. Jarvis Store juga mendapatkan injeksi modal melalui program DDS, sehingga dapat melakukan roadshow pemasaran sampai ke 300 kota sepanjang 2016. Hal ini memungkinkan produknya diakses pasar hingga 25.000 klien dengan pertumbuhan hingga 600%.

“Ketika kami di sana (Silicon Valley, red), kami mengobrol dengan pihak Google dan salah satu pertimbangannya adalah penetrasi dan penerimaan pasar. Makanya, tanpa diinjeksi DDS dan bundling layanan Telkom, mungkin kami tidak terpilih (Google Launchpad Accelerator, red),” kata Toto.

Ia mengaku beruntung mengikuti program indigo sejak 2013. Dari situ, ia mendapat banyak pemahaman mengenai modal bisnis, terutama kondisi pasar Indonesia. Hal ini tentu tak bisa didapatkan dari Google.  “Buat kami, keduanya ini saling melengkapi. Pada program Indigo, kami memperoleh ilmu tentang pasar lokal sementara di Google Launchpad Accelerator mengajarkan tentang jejaring global, tampilan muka, pengalaman pengguna, dan estimasi pengguna,” ungkap Toto.

Untuk memberangkatkan startup lokal berguru ke Silicon Valley, Telkom telah menyiapkan inkubator, akselerator, bahkan injeksi modal. Mereka juga sudah memberangkatkan rintisan usaha digital binaannya ke Silicon Valley pada 9-16 April 2016 lalu.

Kala itu, yang diberangkatkan ialah Niki Tsuraya Yaumi (COO) dan Anselmus Kurniawan (CTO) dari Goers, Muhammad Nur Awaludin (CEO) dari Kakatu, dan Ivan Faizal Gautama (CEO) dari AMTISS. Mereka  diajak mengikuti mentorship lebih dalam dari pendiri startup yang memberikan wawasan global kepada startup mereka.

Telkom mendayagunakan koneksi yang dibangun Telkom Group melalui MDI (Metra Digital Invesment) terhadap peserta guna bertemu perwakilan Uber, Facebook, Apple, dan Google, serta venture capital ternama, Kleiner Perkins Caufield & Byers.

Related posts

Leave a Comment