Harus Jadi Raja di Negeri Sendiri

branding, mataharimall, online to offline

Ketika segala sektor industri Tanah Air, mulai dari tambang sampai perbankan dikuasai asing, maka industri e-commerce yang kian bergeliat harus jadi tuan tidak hanya di rumahnya sendiri tapi juga di dunia. Begitu ambisi Hadi Wenas, CEO MatahariMall.com.

Tujuh tahun merantau di Amerika Serikat dan bekerja di sejumlah perusahaan kaliber dunia seperti Oracle dan Yahoo justru membuat batin Wenas, begitu ia akrab disapa, gelisah. Padahal, gajinya besar, jam kerjanya fleksibel. Bayangkan saja siang hari ia bisa menikmati waktu sembari berenang, lanjut sore harinya santai bermain voli pantai. Tapi ia merasa hidupnya datar, “Hidup di negeri orang membuat saya merasa hanya tamu,” kenangnya.

Rasa nasionalisme menggerakkan hati dan kakinya kembali ke Indonesia di tahun 2005. Ia lalu bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey Consulting Company selama kurang lebih 7 tahun. Sampai di tahun 2012, Wenas mengiyakan ajakan salah satu rekan kerjanya selama di McKinsey untuk menjalankan bisnis e-commerce bernama Zalora.

Usai mengantar Zalora menjadi besar selama setahun lebih, pada 2013 ia menjadi CEO aCommerce, yakni penyedia layanan untuk e-commerce. Puncaknya, Lippo Group mendapuknya menjadi CEO MatahariMall.com pada awal 2015 lalu. Bagi Wenas, kariernya di industri e-commerce hanya perkara perfect timing saja.

Ketika ia memulai di tahun 2012 dengan Zalora, belum banyak pemain di bidang e-commerce di Indonesia, sehingga meski masih muda, daya saingnya tinggi. Beda dengan hari ini, dimana ekosistem industrinya sudah mendukung. “Kalau di tahun 2012, saya seperti sedang membuka jalan. Ibarat orang naik gunung, saat itu saya sedang membuka jalur pendakian yang belum terjamah,” kenang pria yang memang senang mendaki gunung.

Grup Lippo memang gila-gilaan membangun MatahariMall.com, investasinya mencapai US$500 juta yang menurut situs Techinasia.com menjadi e-commerce kedua setelah Lazada dengan nilai investasi terbesar. Maka tidak heran jika MatahariMall.com digadang-gadang sebagai e-commerce terbesar di Indonesia alias menjadi Alibaba versi Indonesia.

Lalu apa strategi Wenas untuk mengantar MatahariMall.com menjadi e-commerce terbesar di Indonesia?

Pertama strategi branding. Konsumen selalu mengasosiasikan MatahariMall dengan Matahari Dept. Store, memang begitu tujuannya. Matahari Dept. Store merupakan ritel yang sudah lama eksis dan artinya terpercaya. Nah, kepercayaan konsumen ingin diadopsi MatahariMall, tapi eksekusinya berbeda. MatahariMall tampil lebih berwarna, kekinian, dan segar, beda Matahari Dept. Store yang terkesan jadul dan tua.

Kedua, MatahariMall.com menjual banyak kategori item, mulai dari produk fashion, peralatan elektronik, voucher digital, dan sebagainya. Ketiga, komunikasi marketing yang ‘nampar’. Lihat saja, gaya bahasa di situsnya, simpel dan apa adanya, iklan-iklan entah di televisi atau billboard pun menggelitik. “Jadi iklan-iklan kita abu-abu, antara kurang ajar atau seru,” kata Wenas berkelakar.

Terakhir, strategi O2O atau fitur online to offline. Fitur ini memungkinkan pembelanja online untuk mengambil barang pesanannya secara offline atau datang langsung ke gerai-gerai Matahari Dept. Store, atau di Kantor Pos terdekat. Konsep ini terbilang efektif, apalagi bagi konsumen di daerah, pasalnya, ada kebanggaan tersendiri ketika tetangga atau sekitarnya tahu si konsumen melakukan belanja online.

Selain juga, menurut survei MatahariMall.com masih banyak konsumen yang senang mendengar suara mesin kasir, dan bertemu langsung dengan petugas kasir saat berbelanja.

Bold, Fast, and Fun

Sebagai pemimpin Wenas mengaku tipikal pemimpin yang galak tapi menerapkan prinsip role modeling atau memimpin dengan memberi contoh. Baginya di era digital yang serba cepat, ia dan karyawannya juga harus bekerja cepat tapi tetap fun.

Karenanya MatahariMall.com membangun budaya bold, fast, and fun. Ini tergambar lewat desain interior kantornya. Contohnya ruang meeting sengaja dibuat seperti bangku penonton di stadion dengan rumput dan beberapa bean bag, serta ayunan. “Ini supaya meeting tidak tegang dan lebih santai, sehingga brainstorming lebih menyenangkan,” imbuh Wenas.

Wenas berambisi untuk mengantar MatahariMall.com menjadi e-commerce asli Indonesia yang mampu bersaing bahkan mendunia. Ia gemas melihat berbagai sektor industri di Indonesia dikuasai asing, mulai dari industri tambang sampai perbankan. “Lalu kita kebagian industri apa?,” katanya gemas. “Karenanya, lewat MatahariMall.com kami ingin menjadi The King in Our Country,” imbuhnya yakin.

Wajar kalau ia berbangga, bahwa 99% karyawan MatahariMall.com ialah tenaga kerja lokal. Sekalipun ada orang asing, hak dan kewajibannya tidak dibedakan. Ia menegaskan, “Mimpi saya kelak MatahariMall.com akan menjadi perusahaan dengan talenta lokal yang bisa jadi nomor satu di Indonesia dan dunia.” (JO)

Related posts

Leave a Comment