Bunuh Bisnismu!

michael tampi, tips bisnis, tips usaha

Ya! Kamu tidak salah membaca judul artikel kali ini, yang artinya secara provokatif saya menyarankan:”Bunuh Bisnis Kamu!”

Banyak saya temukan para pengusaha muda yang terlalu jatuh cinta dengan ide atau dengan bisnis mereka, sehingga dalam merintis bisnisnya mereka seperti memaksakan segala sesuatu yang ujungnya dapat mengakibatkan mereka kehilangan segalanya.

Tulisan ini saya buat setelah saya baru saja memutuskan “membunuh” satu bisnis. Untuk itu saya ingin berbagi pengalaman bersama anda menjawab pertanyaan ini: Kapan saya harus berhenti melanjutkan bisnis saya?

1. Tidak menghasilkan profit

 

Bagi saya keberlanjutan sebuah bisnis adalah keharusan, dan itu harus didapat dari profit yang dihasilkan. Jadi, kalau bisnismu tidak mendapatkan profit seperti proyeksi awal serta sesuai dengan waktu yang kamu curahkan untuk bisnis tersebut, maka hal ini menjadi ‘checklist” pertama untuk mempertimbangkan membunuh bisnis.

2. Berhutang

Tidaklah salah berhutang untuk bisnis apabila dengan perhitungan yang benar dan sanggup dikembalikan dari keuntungan bisnis anda. Namun saya beberapa kali melihat teman-teman yang terlalu jatuh cinta dengan bisnisnya sehingga mereka terus menerus berusaha mencari dana dengan berhutang (biasanya dari keluarga atau teman) hingga jumlah yang berlipat-lipat melebihi aset yang dimiliki. Ini akan menjadi bom waktu yang berbahaya bagi bisnis dan masa depan pribadi kamu.

3. Terlalu inovatif

Contoh mudah yang saya ingin berikan adalah : Google Glass. Pada tahun 2013 lalu dunia dikejutkan dan memandang Google Glass adalah produk yang sangat keren, namun apa yang akhirnya terjadi? Usianya hanya bertahan 2 tahun. Selalu akan ada inovasi produk atau jasa yang terlalu cepat jamannya dari kesiapan manusia menggunakannya. Saya yakin, suatu waktu nanti Google Glass akan hadir kembali dengan timing yang tepat dengan era kebutuhan manusia.

McDonalds pernah membuat burger satay, Apple membuat The Newton message pad, Microsoft membuat Zune untuk menyaingi iPod. Dimana mereka sekarang? Dibunuh oleh pembuatnya sendiri.

 

Michael Tampi

@mrtampi

Co Founder Kinara Indonesia

Related posts

Leave a Comment