Anne Ridwan: Produk Inovatif Harus Human Purposed

anne ridwan, inspirator, produk inovatif

Dua dekade bukan waktu yang singkat dalam merintis karier. Napak tilas wanita yang akrab disapa Mama Anne ini membawa dirinya menduduki posisi CEO di Publicis One Indonesia saat ini.

Tanggung jawab besar pun menanti alumnus Harvard University. Pasalnya, Publicis One merupakan perusahaan agensi besar yang menaungi beberapa agensi lain, seperti Leo Burnett, Publicis, Saatchi&Saatchi, Starcom Mediavest Group, Zenith Optimedia, dan Razorfish/Digitas.

“Banyak tantangan yang akan saya hadapi. Salah satunya, bagaimana kita memastikan konten kita stand out, karena perkembangan data dan teknologi membuat kita harus berubah. Apa yang orang suka mudah berubah dari hari ke hari, itu yang harus kita jembatani, dan semua itu butuh proses,” ujar Anne.

Kontribusi Anne Ridwan di Leo Burnett Group Indonesia menghasilkan beberapa pencapaian, di antaranya Leo Burnett ditunjuk sebagai #1 New World Thinking oleh The Gunn Report dan ditunjuk sebagai Agency to Watch on Advertising Age’s 2015 A-List. Leo Burnett juga menjadi Network of the Year pada International ANDY Awards, Art Directors Club, AdFest, Dubai Lynx, International YoungGuns Awards, dan AWARD Awards.

Di Asia Pacific, Leo Burnett dipilih sebagai No. 2 Most Admired Creative Agency oleh para pelaku industri di berbagai negara dan sebagaiagensi yang meraih Most Admired Companies Across Asia Pacific in a Campaign Asia’s Poll pada 2014.

Anne telah berpengalaman lebih dari 16 tahun dalam industri komunikasi di Indonesia dan pasar internasional lainnya. Sebagai figur prominen dalam industri periklanan Indonesia, Anne juga terlibat dalam penyelenggaraan festival periklanan bergengsi, Citra Pariwara, sebagai kepala koordinasi penjurian dan anggota inti di kepanitiaan acara penghargaan tersebut.

Untuk itu, sebagai pemimpin yang piawai di bidang multilevel company, Anne melihat peluang besar bagi para talent lokal saat ini. “Banyak keuntungan yang bisa kita dapat. Sebagai multilevel company, tentu banyak orang asing di dalamnya. Lewat Publicis One ini, kita bisa mengekspos local talent guna meningkatkan skill mereka,” ungkapnya.

Fokus Strategi

Kolaborasi antar agensi saat ini menjadi salah satu fokus strategi yang siap diterapkan Anne dalam membangun Publicis One. Ia menilai penggabungan agency-agency Publicis Groupe dalam satu entitas bukanlah hal yang mengejutkan. Menurutnya, tren integrasi dalam perusahaan multinasional akan terus terjadi ke depannya. “Saya ingin fokus membawa Publicis One seperti apa ke depannya nanti. Namun sebagai CEO, bukan berarti kita berjalan sendiri sesuai kemauan. Kita juga harus mendengar arahan mereka yang sudah lebih lama di sini,” ujarnya.

Anne secara nyata menegaskan ingin fokus membangun sprit kolaborasi dan spirit thinking di dalam Publicis One. “Integrasi dan akuisisi akan banyak terjadi, karena membangun bisnis baru itu mahal,” ungkapnya.

Kolaborasi

Menyatukan konsep dan berkolaborasi dengan agensi-agensi di bawah Publicis One menjadi target terdekat Anne tahun ini. “Tahun ini, saya berencana menyatukan konsep Publicis One untuk berkolaborasi dan talent development untuk menyiapkan fondasi talent-talent-nya,” ucapnya. Menurutnya, creative agency saat ini dipengaruhi oleh big data. Kreativitas akan menjadi besar jika mampu dikolaborasikan dengan teknologi. “Teknologi juga akan menjadi meaningfull jika digunakan dengan konten kreatif yang menarik,” ucap Anne.

Demi menyeimbangkan pertumbuhan teknologi yang semakin pesat, industri periklanan terutama di Indonesia dituntut untuk lebih produktif dalam menghasilkan ide-ide yang inovatif. “Kalau menurut saya, kita harus lebih rajin melahirkan produk yang inovatif yang punya human purpose,” imbuhnya

Tak heran, ke depannya, peran creative agency akan semakin bertambah.”Meski kita disebut advertising agency, kita tidak hanya melakukan kegiatan periklanan. Sebenarnya kita lebih sebagai idea generator. Apa yang kita lakukan itu banyak sekali, we building the brands, we create products that have strong human purpose,” tambahnya.

Anne berharap dunia creative agency bisa kembali menjadi daya tarik bagi para generasi kreatif. Dirinya ingin dunia agency kembali memikat. Bagaimana membuat industri ini semakin “seksi”? Menurutnya, campaign menjadi faktor penting karena dengan cara itu, kita bisa mengeluarkan output-output yang bermanfaat.

Keyakinan Anne akan potensi generasi muda kreatif pun sangat tinggi. Ia menilai di Tanah Air terdapat banyak potensi pemuda-pemudi yang kreatif yang mampu mendorong perkembangan industri periklanan di masa depan.

Sebagai orang yang lama malang melintang di dunia kreatif, Anne berharap generasi muda bisa terus berkreativitas. “Potensinya bagus sekali, sekarang banyak sekali anak muda kreatvitas yang telah diakui di dunia international, meskipun tidak semuanya dikenal di Indonesia. Kita harus terus berkreativitas tanpa harus takut tidak sisa melakukan apa pun,” tandasnya.

Terjun di dunia periklanan sejak 1994, membuat Anne Ridwan langsung jatuh hati dengan profesinya tersebut.

Kecintaan Anne di bidang ini menuai banyak prestasi. British America Tobacco dan Coca-Cola Indonesia ialah klien-klien pertama Anne. Dan sejakitu, ia menangani berbagai klien multinasional dari berbagai industri, di antaranya industri jasa, personal care, produk-produk rumah tangga, FMCG, rokok, farmasi, dan oil and gas. Ia juga berperan penting dalam pertumbuhan brand-brand besar, seperti Simpati, Unicharm ‘Charm’, Lux, Shell, dan HSBC di Indonesia.

“Keseimbangan antara logika dan kreativitas membuat saya jadi sangat menyukai bidang ini,” ujarnya. Anne menekankan pentingnya mencintai apa yang kita lakukan. Dengan begitu, hasil pekerjaannya tentu lebih memuaskan.

“Ketika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda akan melakukannya dengan hati. Maka hasilnya akan lebih baik dari orang lain,” ungkapnya.

Pencapaian karier yang sukses saat ini diakuinya tak lepas dari peran sertakedua orang tuanya. Sebagai anak perempuan satu-satunya di keluarga, Anne mengaku dirinya diajarkan untuk tidak takut menggapai mimpi dan menyuarakan keinginan hati.

“Sukses buat saya bukan soal jabatan atau gelar, tapi bagaimana saya bisa menjadi pemimpin yang menginspirasi dan melahirkan banyak profesional, terutama local talent yang berprestasi di dunia agensi atau dunia apa pun,” ungkapnya.

Dengan segala pencapaian yang telah diraihnya, Anne merasa beruntung karena di usia yang sangat muda, kariernya melejit pesat. Bahkan, sempat membuatnya bertanya-tanya karena ia merasa belum banyak belajar.

“Saat muda, karier saya cepat naik. Hal ini membuat saya takut, merasa belum cukup baik untuk naik jabatan. Saya selalu bertanya-tanya kenapa saya dipromosikan? Saya merasa belum banyak belajar,” kenang Anne.

Di tengah wawancara santai dengan Market+, ia berpesan agar generasi muda mampu berkarier dengan cara terhormat tanpa harus menjatuhkan satu sama lainnya. Untuk mencapai jabatan yang diinginkan, butuh proses dan kerja keras.

“Saya senang naik jabatan, tapi jangan pernah menjegal orang demi sebuah jabatan. It isn’t worth it, at the end of time when you die, people only remember how you make them feel, not your job,” tukasnya.

Meski telah menjadi orang nomor satu di Publicis One, Anne mengaku belum puas dengan apa yang ia kerjakan. Masih banyak hal yang ingin ia eksplor lebih jauh. “Masih banyak pekerjaan rumah saya di Publicis One. Saya ingin lebih mengeksplor diri saya. Saya tidak ingin di akhir hidup ini tidak mampu melakukan apa-apa,” tukasnya.

Related posts

Leave a Comment