Andy Zain: Passion Itu Penting, Tapi Bukan Segalanya

andi zain, startup, passion

Banyak orang mendirikan startup berdasarkan apa yang mereka suka. Tentu saja, hal itu tidak salah. Justru passion yang harus menjadi dasar seseorang mendirikan startup. Karena ketika usaha sedang dalam masa-masa sulit, passion lah yang akan membakar semangat untuk berjuang. Tapi, apakah itu cukup?

Andy Zain, Managing Director Kejora tegas-tegas menggelengkan kepala. “Passion itu penting karena bisa menjadi booster kita. Kalau kita tidak ada passion, kita akan menyerah duluan. Tapi, passion bukan segalanya,” kata Andy yang sudah dua dekade menjadi pengusaha dan sukses membangun sejumlah startup.

Menurutnya, tidak mudah membangun startup yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama. “Membuat sebuah start up tidaklah mudah. Banyak orang sudah jadi usahanya, tapi mereka kesulitan ketika ingin menjual produknya. Mungkin karena masih terlalu kecil, tidak punya pengalaman,” jelas salah satu penggagas sejumlah inkubator startup di Indonesia itu.

Ia juga menjabarkan berbagai kendala yang harus dihadapi, seperi koneksi internet, logistik yang memadai, dan pengembangan sumber daya manusia yang mumpuni. Karena itu, Andy menyarankan pebisnis betul-betul memikirkan dua hal penting selain passion, demi meminimalisir risiko gagal. “Buat bisnis yang sesuai dengan bidang dan pengetahuanmu.Juga harus cari partner yang sesuai dengan karaktermu,” tambah pria kelahiran Medan pada 25 September 1973 itu. 

Fokus Pada Customer

Andy menilai industri teknologi internet di Indonesia tengah tumbuh subur. Ini bisa dilihat dari jumlah pengguna internet aktif di Indonesia yang mencapai angka 80 juta orang. Ditambah lagi, beberapa startup juga berhasil mendapatkan pendanaan dengan nilai investasi yang fantastis. Meski begitu, ekosistem di Indonesia belum terbentuk baik. Pria yang pernah terlibat dalam pengembangan pasar dengan beberapa brand global, seperti Disney Mobile dan Yahoo! Mobile ini menilai, para pelaku startup di Tanah Air belum mampu terbuka untuk bekerja sama mengembangkan brand seperti di negara-negara lain. Padahal di era digital saat ini, sangat sulit membangun bisnis tanpa adanya dukungan dari rekan usaha.

“Di Indonesia masih belum terbuka karena masih terkotak-kotak. Sekarang harus lebih terbuka, sudah tidak bisa menjalankan bisnis sendirian. Kita berlomba-lomba melakukan yang terbaik untuk customer, bukan saling menutup diri,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Comment