Global Chaser Merek Indonesia

entrepreneur hub

Saya bertemu dengan salah seorang eksekutif perusahaan FMCG nasional yang punya operasi di Nigeria. Menarik sekali mendengar cerita si eksekutif tentang Indomie.

Ada seorang warga Nigeria yang datang ke Jakarta, cerita si eksekutif. Suatu saat warga Nigeria tersebut berbelanja di sebuah supermarket dan menemui Indomie bertengger di rak gondola. Serta-merta warga Nigeria tersebut berucap, “Wow, Indomie ada juga di sini ya?”

Warga Nigeria tersebut bilang begitu karena memang Indomie sudah menjadi merek yang dikenal luas di Nigeria. Ia sudah menjadi household brand yang melokal di negeri Afrika Barat itu. Pabrik Indomie sudah hadir di Nigeria sejak 20 tahun lalu dan merupakan produsen mie instan terbesar di Afrika Barat.

Prestasi Indomie di percaturan dunia memang outstanding dibanding merek-merek lokal lain. Kini, lndomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan, tapi sudah menjangkau lebih dari 80 negara di Eropa, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika.

Di samping Indomie, beberapa merek karya anak negeri juga telah sukses menjadi glocal brand di pasar luar negeri. Sebut saja Kopiko bikinan Mayora yang leading di Filipina, Tiongkok, dan Polandia. Ada juga Deabetasol dan Extra Joss bikinan Kalbe yang merajai pasar Filipina. Begitu juga Mixagrip dan Procold bikinan Kalbe dan Boska bikinan Dexa Medica yang sangat terkenal di Nigeria.

Membangun merek hingga melokal di pasar luar negeri tidaklah mudah. Pertama, kondisi dan karakteristik pasar luar negeri itu tidak banyak kita ketahui, butuh jam terbang dan pengalaman panjang untuk memahaminya. Kedua, pemerintah di negara yang kita target cenderung protektif dan menghalangi setiap pemain asing yang masuk. Tiongkok misalnya, dikenal ketat melindungi industri dalam negeri dengan beragam bentuk proteksi dan regulasi. Celakanya, di kalangan merek-merek lokal, dorongan untuk melakukan ekspansi ke pasar luar negeri tak cukup tinggi mengingat pasar dalam negeri sendiri begitu besar dan jauh lebih gampang diakses.

Untuk menjadi glocal brand, Indomie (Indofood) dan Boska (Dexa Medica) misalnya, sudah melakukan aktivitas pemasaran sejak awal dan pertengahan tahun 1990-an. Artinya mereka sudah sekitar 20 tahun hadir di pasar Nigeria dan konsisten berpromosi membangun merek. Tak hanya itu, dalam memasarkan merek-merek tersebut perusahaan tersebut melakukan promosi secara customized antara satu negara dengan negara lain.

Di Hari Kebangkitan Nasional, mari jadikan sebagai momentum untuk kebangkitan brand kita. Sebagai entrepreneur, merek menjadi alat kita berjuang memperkenalkan kualitas negeri ini kepada mata dunia.

Ditulis oleh: Yuswohady
Sumber: marketplus.co.id

Related posts